Sukses Bisnis Grosir Muslim Online
12:17 AM Diposkan oleh Amir Fauzi
Setelah beberapa kali gagal merintis usaha, akhirnya sukses di bisnis di bisnis baju muslim. Amir Fauzi (36 thn), merintis usaha mulai dari jualan sandal, usaha makanan kering, usaha ternak kambing dan akhirnya jadi produsen baju muslim. Meskipun usahanya banyak menemui kegagalan, namun tak kapok untuk terus menekuni dunia usaha.
Pada awal tahun 2008 dengan bermodal 5 jt, Amir memberanikan diri merintis usaha baju muslim meskipun tidak punya latar belakang pendidikan fashion. Untuk merintisnya diawali dengan kulakan ke Pasar Baru Bandung dan beberapa produsen baju muslim. Kemudian barang kulakannya dikirim ke saudara-saudaranya dengan sistem konsinyasi.
Tak dikira, barang dagangannya direspon bagus dan kemudian terus terjadi pembelian ulang. Secara perlahan usahanya terus berkembang dan untuk memudahkan melihat model yang selalu berubah, Amir memanfaatkan internet sebagai media distribusi katalog produknya. Dalam perjalanannya produknya banyak diminati oleh pelanggan. Awalnya hanya memenuhi permintaan saudara dan kawan-kawannya, kini siapapun yang berminat bisa memesannya. Hingga saat ini sudah tersebar pelanggannya dari Aceh sampai Papua. Bahkan telah menyebar sampai manca negara, mulai dari Singapura, Malaysia dan Australia.
Dengan seiringnya permintaan, saat ini Amir, terus menambah lini produk. Sampai saat ini telah memproduksi baju muslim anak, jilbab, sajadah, baju muslimah dan kaos distro Muslim. Dalam proses produksinya, Amir melibatkan kerjasama dengan beberapa penjahit dengan mekanisme kerjasama saling menguntungkan. Adapun mengenai desain, Amir dibantu istri mendesain sendiri dan kadang diskusi dengan para penjahitnya.
Walaupun permintaan terus meningkat, sampai saat ini belum membuka outlet offline. Karena ingin tetap fokus pada produksi dan distribusi secara online. Dengan didukung 3 orang karyawan yang fokus pada pelayanan kini menjadikan rumahnya sebagai tempat operasi usahanya. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya operasional sehingga produknya dapat bersaing di pasar.
Untuk memperkuat pemasarannya, Amir mulai melakukan branding. Produknya saat ini dengan brand Wafana, Kamila, Fatta, Jihadi dan Izzati. Diharapkan dengan merk tersebut dapat meningkatkan mutu dan perluasan pemasaran. Dan ketika ditanya tentang kendala, Amir menyatakan kendala ada di proses quality control dan membaca trend kebutuhan pelanggan. Ketika ditanya tetang harapannya kedepan, Amir mengatakan, ingin memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dengan memproduksi kebutuhan muslim dengan harga terjangkau dengan kualitas yang bersaing.
Amir Fauzi
Owner
www.depomuslim.com
Memelihara Momentum Bergerak
8:11 PM Diposkan oleh Amir Fauzi
Mendampingi Akmal di Khitan
9:30 AM Diposkan oleh Amir Fauzi
100 Hari Lagi Tugas Saya Selesai
9:10 AM Diposkan oleh Amir Fauzi
Agar Bertahan Fokuslah ke Masa Depan
8:57 AM Diposkan oleh Amir Fauzi
Tulis Apa yang Anda Ingin Lakukan
8:47 AM Diposkan oleh Amir Fauzi
Go ASEAN Sebuah Tantangan
5:45 PM Diposkan oleh Amir Fauzi
Kini, sayapun harus merubah persepsi dengan fakta yang saya alami. Kini ASEAN bebas Visa, pajak ke luar negeripun gratis kalau kita punya NPWP. Wow,rasanya menjelajahi ASEAN ibarat menjelajahi propinsi di negeri kita yang besar ini. Masalah penerbanganpun sudah sangat mudah, banyak maskapai menembus berbagai kota di ASEAN dengan tarif tiket yang sedemikian murah. Tak terbayang sebelumnya. Masalah ijin pun juga sangat simpel untuk keluar masuk negara-negara ASEAN.
Dengan bermodal paspor, NPWP dan uang perjalanan sudah cukup kita untuk menjelajah antar kota negera-negara ASEAN. Dengan menjelajah ini akan banyak kita dapat, mulai dari peluang bisnis, sejarah, budaya dan tradisi yang beraneka ragam. Membikin kita tambah bijak.
Dari perjalanan yang saya lakukan kemarin, dari Hanoi dan Kuala Lumpur, banyak inspirasi bisnis yang bisa kita garap bersama. Saatnya kita tidak hanya terfokus pada pasar negeri ini, tetapi juga negara-negara ASEAN. Setidaknya, produk saya telah menjelajah Singapura, Malaysia, Australia, Emirat Arab dan Hongkong. Dengan spirit tersebut, saya semakin bersemangat untuk menjelajahi negeri-negeri dengan produk buatan Indonesia.
Setidaknya, perdagangan bisa menjadi pintu kita masuk. Sebagaimana sejarah mencatat, penyebaran Islam pun dilakukan melalui bisnis dan perdagangan yang dilakukan oleh para saudagar muslim. Kini, saatnya kita menghidupkan kembali warisan pendahulu kita tentang betapa perdagangan akan memberi dampak positif bukan pada kita sendiri tetapi pada syiar ummat.
Jadi, siapkah anda go ASEAN... Semoga menjadi inspirasi kita, agar tak hanya berpuas dengan berkutat di negeri kita...
Wassalam,
Amir Fauzi
Owner www.depomuslim.com
Melihat Dari Dekat Tetangga Kita Vietnam
6:53 PM Diposkan oleh Amir Fauzi
Kehadiran saya di Hanoi, dalam rangka mengikuti International Union Telco Meeting. Saya sangat berbahagia sekali, selain menggali ilmu terkait dengan negeri yang selalu berjuang melawan penindasan ini saya juga dapat informasi banyak dari peserta negara Asean serta Asia Timur dan Selatan.
Hari pertama ketika saya nyampai di Vietnam, terasa sekali seperti back to 80-an. Banyak sekali sepeda dan motor berseliweran. Rumah dan kios kuno tampak dominan menghiasi Hanoi serta keramaian jalan-jalan seakan membawa saya dalam fantasi tempoe doeloe.
Saya lima hari di Vetnam, dan selama waktu itu pula saya melakukan eksplorasi Hanoi sebagai ibukota Vietnam. Menjajaki masakan, angkutan, jalan-jalan sampai ke budaya dan sejarah. Saya melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, mulai dari Penjara Hanoi, Museum Sejarah dan Perjuangan Vietnam, Hanoi Teater, Makam Ho Chi Min, Universitas tertua Hanoi, Pasar Tua Square serta tak kalah menarik melihat langsung industri pertenunan sutra Vietnam.
Perjalanan saya ke Vietnam ini, benar-benar membukakan mata saya tentang bangsa yang tak pernah menyerah melawan imperialis. Mulai melawan bangsa Mongol, Penjajah Perancis serta meluluhlantakkan Agresor Amerika dalam peperangan yang sangat panjang dan melelahkan. Kini, negeri itu, yang pemerintahnya masih memegang sistem komunis, kini ekonominya sudah mulai mengarah ke ekonomi bebas.
Dengan penduduk 80 juta homogen serta panjang negeri sepanjang 2xpulau Jawa, antara Hanoi dan Ho Chi Minh City, Vietnam bisa saja menggeliat menyalip negeri-negeri tetangganya. Kini, Vietnam telah membuka diri, menjadi lahan investasi untuk produksi garmen, sepatu dan elektronik. Investor sangat bergairah, karena negeri ini aman serta sumberdaya/pekerja yang murah. Sehingga dapat memberikan competitive advantage bagi para investor.
Hal ini senada dengan informasi yang saya dapat kemarin saat dari Majalaya - Bandung, banyak investor tekstil mulai memindahkan produksinya dari Indonesia ke luar negeri, termasuk Vietnam.
Satu lagi pelajaran penting, kini keliling Asean ibarat, bagaikan kita keliling kota di Indonesia. Very simple. Dunia benar-benar borderless sekarang, apalagi dengan adanya maskapai low fare, tambah mudah saja kita keliling tetangga.
Wassalam,
Amir Fauzi
Owner depomuslim.com
Hari-Hari Bersama Keluarga
1:08 AM Diposkan oleh Amir Fauzi

Imagine sebagai TDA betulan. Ya, semuanya kan berproses, semua ada waktunya.
Bisnis Adalah Seni
2:16 AM Diposkan oleh Amir Fauzi
Banyak orang ngambil MBA atau sekolah bisnis salah satu alasannya adalah agar menjadi eksekutif sebuah perusahaan bonafid atau kepengin mengelola usaha sendiri. Apa kemudian setelah lulus lantas dapat merintis usaha atau mengelola bisnis dengan benar. Ada yang ya dan ada yang tidak..Sekolah bisnis menurut saya memberikan perangkat keras bagaimana mengelola keuangan, marketing, sdm dan finansial. Perangkat itu akan berfungsi jika memang digunakan. Jika tidak, ya akan tetap menjadi tabungan ilmu saja.
Demikian juga saat kita ikut seminar, membaca buku bisnis atau apapun. Itu juga ibarat perangkat yang akan berfungsi maksimal saat dilakukan eksekusi.
Nah, saat perangkat itu dieksekusi dilapangan yang namanya bisnis apakah efektif. Bermacam-macam jawabannya. Disinilah seninya. Ilmu vs Praktek. Banyak sekali orang berilmu banyak tak berkutik saat melakukan eksekusi di lapangan. Dan tidak jarang kita temui, orang yang otodidak jauh lebih berjaya saat di lapangan.
Kunci disini sebenarnya adalah faktor eksekusi. Ternyata, eksekusi jauh lebih ampuh daripada knowledge yang tidak diaplikasikan.
Berkenaan hal tersebut, sebaiknya mulai maksimalkan eksekusi dari apa yang kita tahu. Jangan hanya menabung ilmu. Disinilah kita baru merasakan, ternyata menjalankan bisnis ini ibarat kita berkesenian. Perlu melibatkan olah ilmu dan rasa. Karena memang kita berbisnis dengan manusia.
Practice make Perfect !
Wassalam,
Amir Fauzi
Owner http://www.depomuslim.com/
Blog http://www.amirfauzi.com/
Agar Bisnis Selalu Panen Setiap Bulan
2:01 AM Diposkan oleh Amir Fauzi
Merujuk pengalaman selama hampir dua tahun mengelola usaha garmen muslim, dimulai dari jualan retail, kemudian masuk grosir dan lantas melakukan produksi, ibarat sebuah perjalanan, makin kita selami belantara, makin tahu detil hutan yang ada.Bisnis garmen muslim, mayotitas produk bersifat musiman. Saat menjelang lebaran, booming hampir semua produk terjadi, tapi begitu lebaran lewat maka terjadi penurunan drastis.
Bagaimana mensikapi hal tersebut ? sebagai seorang pebisnis, tentu kita pengin selalu panen setiap bulan, dan tidak hanya tahunan. Salah satu hal penting, selain mempelajari produk yang fast moving, usualy & slow moving, mempelajari musim adalah sangat penting. Mengingat salah satu kunci bisnis adalah turn over. Perputaran uang, disinilah bagian merchandishing dan inventori begitu memegang peranan penting.
Jangan sampai barang terlalu lama numpuk digudang sehingga berpengaruh pada kesehatan cash flow dan kualitas barang.
Seorang pengusaha garmen muslim dituntut kemampuan membaca trend produk, semisal, saat akan menghadapi puasa, maka produk baju muslim anak, koko, sajadah, kopiah akan meningkat tajam. Dan saat paska lebaran akan menurun drastis berganti dengan kebutuhan haji. Demikian berikutnya, dan berikutnya. Harus memiliki kalender produk.
Beruntung sekali jika kita menemukan produk yang tidak kenal musim, yang selalu panen dan tidak banyak bergoyang seiring bergantinya bulan.
Kunci agar bisnis tetap hidup, stok fast moving semaksimal mungkin. Dan baca trend produk yang sedang dibutuhkan. Sebagai seorang pebisnis, dituntut mampu mensuply kebutuhan kaum muslimin. Semoga ulasan ini memberi inspirasi bagi pengusaha muslim lainya.
Wassalam,
Amir Fauzi
Owner www.depomuslim.com
Blog www.amirfauzi.com
Membedah Bisnis Retail Bersama Pak Rosihan dan Pak Djoko
1:28 AM Diposkan oleh Amir Fauzi
Alhamdulillah, Sabtu ini, 21 Nopember 2009 di Metro Indah Mall bisa ikutan workshop Retail bersama 2 orang praktisi. Pak Rosihan dan Pak Djoko.Saya datang bersama istri dan dua anak saya, Akmal & Wafa. Lokasinya cukup dekat dengan rumah. Setelah pagi hari jalan-jalan ke Tanjung Sari dengan naik Angkot dan Bus Kota. Lumayan capek juga.
Oiya, jalan-jalan pagi tadi agak lain, maklum lagi ada waktu senggang. Satu keluarga saya ajak jalan, trus naik angkot dilanjutkan naik bus kota. Anak-anak gembira sekali. Pagi masih dingin dan sedikit berkabut langsung tancap sampai di Tanjung Sari perbatasan Sumedang - Bandung. Nice trip..
Saya mau sharing, meskipun saya datang terlambat tentang workshop tersebut.
1. Kalau bisnis mulailah dari yang kecil dulu
2. Kalau 6 bulan ndak tumbuh ya ditutup saja.
3. Kalau tumbuh, fokuskan semua energi untuk membesarkannya.
4. Mulailah dari menguasai pasar dulu, sebelum memulai produksi
5. Buat bisnis setiap bulan panen, bisa dengan variasi produk.
6. Perputaran, perputaran dan perputaran modal, inti bisnis retil
7. Lakukan pembenahan terus menerus (continous improvement)
8. Jangan lupa, cari produk yang best seller, best seller dan best seller
9. Ternyata fokus tetap sangat penting
10. Selain itu, baca trend pasar.
Inilah ilmu baru yang saya dapat dari kedua maestro retail yang menginspirasi peserta hari ini.
Semoga bermanfaat sharing ini.
Mendapatkan ilmu dari parak praktisi ibarat seperti shortcut, ia bisa menjadi jalan pintas anda untuk maju. Ndak perlu berdarah-darah mengulang kegagalan para maestro tersebut.
Wassalam,
Amir Fauzi
Owner http://www.depomuslim.com/
Blog http://www.amirfauzi.com/
Twitter : www.twitter.com/amirfauzi
Mengikuti Workshop Bisnis Retil Bersama Pak Gusway
7:05 PM Diposkan oleh Amir Fauzi
Awalnya saya sebenarnya ragu-ragu untuk hadir, bukan karena apa, karena ada jadwal bentrok dengan kuliah. Namun, setelah saya pikir-pikir, akhirnya saya putuskan untuk hadir di Workshop Pak Gusway yang diselenggarakan hari Sabtu, 14 Nopember 2009 di Blok M Square.Ndaftarnyapun terlampat juga, jumat siang baru apply, dan sampai malam belum dapat kepastian, untuk saya dapat kepastian dari Pak Roni Yuzirman setelah komunikasi.
Alhamdulillah, pagi bada subuh berangkat ke Jakarta, dan sampai disana sekitar jam 09.00. Bersyukur, regiter ok, bisa gabung.
Ada banyak yang saya dapat dari training Retil kemarin, dan Pak Gusway cukup pakar dan punya jam terbang tinggi. Saya banyak terinspirasi dari workshop tersebut. Materinya juga luar biasa, mulai dari keuangan, sdm, pemasaran, inventory, lokasi dan pricing. Cara menyampaikannyapun cukup gamblang, sehingga sangat mudah dipahami oleh orang awam.
Berikut klue-klue yang saya catat :
1. Memulai bisnis dari awal harus dengan benar.
2. Jangan diversifikasi, sebelum beres usaha inti dan besar, be a focus
3. Buat selalu laporan rugi laba, biar tahu untung atau rugi usaha kita
4. Selalu berpikir efektif (goal) dan efisien (cara)
5. Sangat penting membangun budaya perusahaan / attitude dari awal
6. Maksimalkan turn over barang
7. Perkuat posisi dengan suplier agar dapat konsinyasi
8. Be a good negotiator
9. Hati-hati saat purcashing
10. Service akan menjadi pembeda dan pengikat loyalitas
Alhamdulillah, Setidaknya saya mencatat 10 pelajaran penting dalam bisnis ritel. Saya
berkomitmen untuk menerapkan dalam depomuslim.com.
Wassalam,
Amir Fauzi
http://www.depomuslim.com/
http://www.amirfauzi.com/
www.twitter.com/amirfauzi
Bromo Tengger dan Semeru Selatan
7:41 PM Diposkan oleh Amir Fauzi



Mumpung liburan, kemarin nyempatin jalan-jalan sama keluarga. Moga sharing ini bisa bikin inspirasi kawan2 yang sudah penat kerja di kota atau yang merantau diluar Jawa...
Saya tiba sore hari di Ngadisari. Sebuah desa di dataran tinggi di bibir pegunungan Tengger. Hawanya dingin menusuk tulang. Perjalanan saya ini adalah perjalanan ketiga masuk kampung Tengger, setelah hiking saat via Malang - Tumpang - Poncokusumo - Ngadas - Bromo (jalan kaki bro), pendakian Semeru dan tentu yang kemarin.
Karena sudah temaram malam, maka ndak ada jeep yang turun ke Gunung dan ke Pananjakan, apalagi mbawa 3 jagoan kecil. Wah... terpaksa deh nginep di Ngadisari. Awalnya saya sempat bingung, untuk masuk Bromo itu dipeta kan ada banyak jalur, mulai dari Tumpang, Sawo Jajar, Tosari trus Ngadisari. Saya pilih lewat Ngadisari.
Karena booking jeep sudah full, dapatlah kloter pertama. Jam 02.00 WIB, weleh... pagi2 nan dingin harus bangun dan naik jeep ke Pananjakan (tempat lihat sun rise). Jarak Ngadisari - Pananjakan sekitar 23 kilo, adoh juga. Sampai di Pananjakan yang pertama, adem tenan. Sampai pagi crowded banget, banyak turis domestik dan asing pengin lihat sun rise....
Viewnya memang bagus banget, bromo, gunung batok, padang pasir dan Semeru...
Setelah puas di Bromo Tengger, saya pulang melingkar lewat Lumajang. Walah, saya itu meskipun orang Mblitar, ndak pernah lewat jalur selatan Semeru. Alhamdulillah, ada kesempatan. lewat Lumajang, Pasirian, Pronojiwo, Dampit. Wow... mantap banget tanjakan dan pemandangannya. Yang di Pronojiwo itu. lho....meliuk-liuk dgn view yang aduhai...
Belum lagi lihat ke Utara, ada view yang hanya saya bayangkan saat ndaki Semeru dulu. Ternyata, kawah Semeru, Jonggring Saloko itu ada di bagian selatan Semeru. Maka, wajar kalau aktifitas Semeru naik, warga Lumajang ketir-ketir, wong aliran laharnya ke selatan...
Yang lainnya, tentang kesuburan tanahnya yang luar biasa. Salak pondohnya juga ndak kalah sama yang di Sleman. Muaniiiss pisan...
Buat kawan-kawan yang plesir, bisa jadi Malang Selatan sebagai alternatif ngedem pikir.
Simplify Your Life
Wassalam,
Wisata Gunung Kelud
7:41 PM Diposkan oleh Amir Fauzi
Obat kangen munggah gunung,Kemarin pas lebaran nyempatin ke Gunung Kelud setelah Bromo - Tengger.
Dari Blitar ke utara, arah Candi Penataran, Nglegok. Lurus terus tembus perkebunan Ngancar, jalannya sudah relatif bagus. Sampai di Ngancar ketemu jalan super mulus. Aspal korea. Lebih bagus banget dibanding jalur Nguling Probolinggo - Ngadisari (Bromo).
Trus sepanjang jalan, viewnya bagus banget. Pemda Kediri benar-benar menggarap wisata Gunung Kelud dengan profesional.
Mobil roda empat bisa parkir dengan mulus di bibir trowongan. Udara nan dingin, disambi makan tahu & tempe goreng panas enak tenan. Dan harga makannannya itu lho. Blitar banget. Masak di tempat wisata gini harganya kayak dikampung saya, Semen. Jan mbakyu-mbakyu itu ngambil untung dikiiit banget. Belum mbawanya dari bawah...
Masuk trowongan, tampaklah Anak Gunung Kelud yang masih mengepul. Sepertinya terus meninggi seperti nasi di bakul yang mengepulkan asap. View timur dan barat bagus banget. Clean.
Buat kawan2, ada baiknya mempromosikan kawasan Gunung Kelud sebagai wisata alternatif.
Very Recomended pleasure...
Amir.
Owner
http://www.depomuslim.com/
NB :
Buat Pemda Blitar, ada baiknya jalur Penataran ke Ngancar diperbagus, saya yakin paket wisata dari Makam Bung Karno, Trus Penataran dan Gunung Kelud
akan menjadi paket yang menjanjikan....

