Sukses Bisnis Grosir Muslim Online

12:17 AM Diposkan oleh Amir Fauzi

Setelah beberapa kali gagal merintis usaha, akhirnya sukses di bisnis di bisnis baju muslim. Amir Fauzi (36 thn), merintis usaha mulai dari jualan sandal, usaha makanan kering, usaha ternak kambing dan akhirnya jadi produsen baju muslim. Meskipun usahanya banyak menemui kegagalan, namun tak kapok untuk terus menekuni dunia usaha.

Pada awal tahun 2008 dengan bermodal 5 jt, Amir memberanikan diri merintis usaha baju muslim meskipun tidak punya latar belakang pendidikan fashion. Untuk merintisnya diawali dengan kulakan ke Pasar Baru Bandung dan beberapa produsen baju muslim. Kemudian barang kulakannya dikirim ke saudara-saudaranya dengan sistem konsinyasi.

Tak dikira, barang dagangannya direspon bagus dan kemudian terus terjadi pembelian ulang. Secara perlahan usahanya terus berkembang dan untuk memudahkan melihat model yang selalu berubah, Amir memanfaatkan internet sebagai media distribusi katalog produknya. Dalam perjalanannya produknya banyak diminati oleh pelanggan. Awalnya hanya memenuhi permintaan saudara dan kawan-kawannya, kini siapapun yang berminat bisa memesannya. Hingga saat ini sudah tersebar pelanggannya dari Aceh sampai Papua. Bahkan telah menyebar sampai manca negara, mulai dari Singapura, Malaysia dan Australia.

Dengan seiringnya permintaan, saat ini Amir, terus menambah lini produk. Sampai saat ini telah memproduksi baju muslim anak, jilbab, sajadah, baju muslimah dan kaos distro Muslim. Dalam proses produksinya, Amir melibatkan kerjasama dengan beberapa penjahit dengan mekanisme kerjasama saling menguntungkan. Adapun mengenai desain, Amir dibantu istri mendesain sendiri dan kadang diskusi dengan para penjahitnya.

Walaupun permintaan terus meningkat, sampai saat ini belum membuka outlet offline. Karena ingin tetap fokus pada produksi dan distribusi secara online. Dengan didukung 3 orang karyawan yang fokus pada pelayanan kini menjadikan rumahnya sebagai tempat operasi usahanya. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya operasional sehingga produknya dapat bersaing di pasar.

Untuk memperkuat pemasarannya, Amir mulai melakukan branding. Produknya saat ini dengan brand Wafana, Kamila, Fatta, Jihadi dan Izzati. Diharapkan dengan merk tersebut dapat meningkatkan mutu dan perluasan pemasaran. Dan ketika ditanya tentang kendala, Amir menyatakan kendala ada di proses quality control dan membaca trend kebutuhan pelanggan. Ketika ditanya tetang harapannya kedepan, Amir mengatakan, ingin memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dengan memproduksi kebutuhan muslim dengan harga terjangkau dengan kualitas yang bersaing.


Amir Fauzi
Owner
www.depomuslim.com


Memelihara Momentum Bergerak

8:11 PM Diposkan oleh Amir Fauzi

Terus Maju, Maju Terus...
Dalam spirit Islam, hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini. Dalam spirit Jepang disebut kaizen atau continues improvement.

Tak pernah berhenti memperbaiki diri, selama nafas masih mengalir, selagi jantung masih terus berdenyut. Selagi waktu terus masih berputar.

Fokus pada peluang dan bukan apa yang telah ada. Dalam liburan akhir tahun ini, beberapa action saya lakukan sebagai langkah persiapan menghadapi tahun 2010. Produksi baju muslim anak, produksi sarung, sorban, sajadah dan me recover beberapa web agar tampil lebih maksimal.

Sebagai fighter & creating value tidak ada kata berhenti dalam berinovasi. Innovation or Die. Alhamdulillah, sebagaimana sabda nabi, man jadda wa jadda, jika kita bersungguh-sungguh maka Allah SWT akan tunjukkan jalan. Demikian juga perjalanan usaha ini, nampaknya prinsip man jadda wa jadda dan husnudzon lebih berperan daripada hitung-hitungan angka.

Kedepan cita-cita saya adalah bagaimana membangun sebuah pusat grosir kebutuhan muslim yang lengkap dengan harga dan kualitas bersaing. Oleh karena itu, saya sedang memaksimalkan manajemen pemasaran, operasional, sdm dan keuangan. Karena 4 pilar itu harus benar-benar dimanaj agar pertumbuhannya optimum, tidak sekedar memenuhi target omset.

Alhamdulillah, omset juga merangkak naik dengan semakin lengkapnya produksi kami disaat umumnya grosir sedang istirahat paska lebaran. Semoga ini pertanda bagus bagi pertumbuhan kinerja depomuslim.com

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner depomuslim.com


Mendampingi Akmal di Khitan

9:30 AM Diposkan oleh Amir Fauzi

Alhamdulillah,
Menjelang Subuh, Jumat, 25 Desember 2009, jagoan kecil #2, Shalahuddin Akmal Fauai (Akmal) telah di khitan.

Jam 02.00 sudah bangun, persiapan lalu mengantar ke tempat khitan di klinik Khitan Cicadas. Akmal, yang masih dalam keadaan kantuk didampingi Eyang Kakung dan Eyang Putri. Prosesi lancar dan cukup cepat. Dan surprisenya, tidak nangis. Beda sama khitannya Azzam "Izzuddin Azzam Fauzi", belum sampai rumah sudah nangis keras banget.

Mohon doanya, Akmal cepat sembuh dan segera bermain dengan kawan-kawannya. Dan tentu semakin jadi Anak Shalih.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner depomuslim.com

100 Hari Lagi Tugas Saya Selesai

9:10 AM Diposkan oleh Amir Fauzi

Kemarin saya terima SMS dari kolega.. isinya "100 hari lagi tugas kita selesai". Mengingatkan saya untuk countdown, hitung mundur. Kalau sudah begini, rasanya banyak sekali pekerjaan yang belum dituntaskan. Dan betapa pentingnya waktu bagi kita.

Hitung mundur kadang sangat diperlukan agar hidup kita dipacu melakukan amal. Hidup mundur ibarat sebuah target. Sangat berbeda hidup tanpa target dan dengan target yang jelas..

Tak terasa pula, 100 hari lagi kuliah saya harus selesai, lantas harus nulis tesis. Demikian juga 100 hari lagi saya musti menyerahkan kepada kader lainnya posisi Sekretaris Jenderal Serikat Karyawan yang selama hampir 3 tahun saya pegang. Ada datang dan ada pergi. Begitulah adanya..

Ibarat melangkah, jangan sampai surut ke belakang, karena hidup terus berjalan, dan umur terus bertambah. Dayunglah perahu terus maju, jangan diam atau malah dayung balik. Setidaknya itulah yang saya alami selama ini, saya tidak ingin berlama-lama dalam satu comfort zone, karena itu menyebabkan kejumudan. Stagnan dan tidak progresif.

Lantas apa yang akan saya kerjakan selepas tuntasnya menunaikan tugas Sekjen dan selesainya kuliah. Ada beberapa catatan yang akan saya evaluasi, setidaknya mengejar sebelum umur 40 tahun tiba. Karena usia 40 tahun adalah sebuah milestone kematangan. Nah, sebelum fase ini musti harus saya optimalkan sebagai fase menuju kematangan.

Lantas saya bikin corat-coret, ini dia lintasan pikiran saya.
- Melanjutkan S3, he he he mau jadi apa emangnya
- Fokus dan membesarkan bisnis garmen muslim
- Menjadi profesional, wah sepertinya saya cocok di kuadran B
- Menjadi penulis dan trainer

Wah, banyak banget ?
Boleh saja, wong namanya juga mimpi,
Mumpung masih gratis....

Sebagaimana firman Allah SWT, "Aku sesuai prasangka hamba Ku", jadi hati-hati dengan prasangka. Dan selama ini, prasangka saya banyak terwujud.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner depomuslim.com

Agar Bertahan Fokuslah ke Masa Depan

8:57 AM Diposkan oleh Amir Fauzi

Saya termasuk orang yang gila buku. Saya bisa menahan diri beli baju atau kebutuhan lainnya, tetapi kalau menunda beli buku, rasanya berat sekali, apalagi judul buku itu menggoda pikiran saya.

Diantara yang saya gemari adalah buku buku futuristik. Buku yang mengisahkan atau mengispirasi bagaimana tentang masa depan. Biasanya, setelah membaca buku seperti ini, memacu otak saya mengeluarkan ide-ide segar. Apalagi untuk mengungkit kinerja bisnis saya.

Saya banyak mendapat inspirasi dari buku selain dari success story seseorang. Biasanya, saya mencoba membuat sebuah intisari dari buku yang saya baca. Kemudian dari intisari itu, saya coba terapkan dalam bisnis yang saya geluti.

Dengan mengamati lanskap bisnis sekarang ini, saya sadar, jika tanpa inovasi akan tertinggal jauh. Banyak sekali contohnya, bagaimana Polaroid tergilas digital camera. Bagaimana communicator Nokia tergilas Blackberry dan banyak lagi contohnya.

Di era yang serba digital seperti ini, sebuah raksasa bisa tumbang dengan korporasi kecil. Banyak contohnya. Nah, jika kita tidak adaptif, rasanya sangat sulit bertahan di era digital. Nah, salah satu ransum bagi seorang entrepreneur adalah terus mengasah ketajaman envisioning "meneropong masa depan" untuk menciptakan nilai.

Jadi, kini membaca buku bukan sekedar menambah knowledge, tetapi sebuah investasi. Banyak sekali saya dapatkan gagasan2 dari buku yang dapat meleverage usaha saya...

Jadi banyak-banyak baca buku uptodate agar tak ketinggalan. Karena ia adalah investasi....

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner depomuslim.com

Tulis Apa yang Anda Ingin Lakukan

8:47 AM Diposkan oleh Amir Fauzi

Aku, kalau malam hari suka merenung. Apa yang saya renungkan, biasanya aktifitas yang telah saya jalani dan mencatat aktifitas apa yang akan saya lakukan besuk. Rupanya, aktifitas ini sangat membantu untuk evaluasi kemajuan, sekaligus menjadi alat perencanaan yang sangat membantu.

Kadangkala, ketika pagi menjelang, jika tak membuat semacam catatan apa yang akan saya kerjakan, saya kebingungan, dan sudah bisa dipastikan, kalau sudah begini tak jelas apa aktifitas yang akan saya jalankan sampai malam hari.

Biasanya, ketika pagi hari, bingung apa yang mau kita kerjakan, ngantor, sekolah, bisnis dan lainnya. Dengan bantuan cheklist sederhana, sangat membantu sekali dalam membuat prioritas. Dengan catatan sederhana di kertas bekas, saya bisa banyak mengeksekusi pekerjaan.

Sore hari tinggal bikin contrengan, mana yang sudah saya lakukan dan mana yang belum. Yang masih nunggak, biasanya akan jadi PR kerjaan esok harinya. Demikian seterusnya...

Tentang kerjaan, meskipun itu kerjaan kecil jika tidak kita eksekusi akan terus menjadi beban. Disinilah kita harus membuat prioritas. Selanjutnya karena keterbatasan, saya pilah mana yang harus saya eksekusi sendiri dan mana yang bisa dieksekusi orang lain.

Dengan delegasi, saya merasa lebih banyak waktu luang untuk bikin planning dan evaluasi. Dan biasanya dari sini saya dapat banyak ide, baik bisnis atau ide lainnya.

Jadi,
Dengan mencatat apa yang mau kita kerjakan, banyak manfaat yang kita dapatkan...

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner depomuslim.com

Go ASEAN Sebuah Tantangan

5:45 PM Diposkan oleh Amir Fauzi

Dulu, rasanya berpergian lintas negara itu bagian dari mimpi. Mengapa, terbayang betapa repotnya persyaratan dan uang yang harus dikeluarkan. Kemarin, persepsi saya ini berubah drastis, setelah menembus Hanoi, ibu kota Vietnam.

Kini, sayapun harus merubah persepsi dengan fakta yang saya alami. Kini ASEAN bebas Visa, pajak ke luar negeripun gratis kalau kita punya NPWP. Wow,rasanya menjelajahi ASEAN ibarat menjelajahi propinsi di negeri kita yang besar ini. Masalah penerbanganpun sudah sangat mudah, banyak maskapai menembus berbagai kota di ASEAN dengan tarif tiket yang sedemikian murah. Tak terbayang sebelumnya. Masalah ijin pun juga sangat simpel untuk keluar masuk negara-negara ASEAN.

Dengan bermodal paspor, NPWP dan uang perjalanan sudah cukup kita untuk menjelajah antar kota negera-negara ASEAN. Dengan menjelajah ini akan banyak kita dapat, mulai dari peluang bisnis, sejarah, budaya dan tradisi yang beraneka ragam. Membikin kita tambah bijak.

Dari perjalanan yang saya lakukan kemarin, dari Hanoi dan Kuala Lumpur, banyak inspirasi bisnis yang bisa kita garap bersama. Saatnya kita tidak hanya terfokus pada pasar negeri ini, tetapi juga negara-negara ASEAN. Setidaknya, produk saya telah menjelajah Singapura, Malaysia, Australia, Emirat Arab dan Hongkong. Dengan spirit tersebut, saya semakin bersemangat untuk menjelajahi negeri-negeri dengan produk buatan Indonesia.

Setidaknya, perdagangan bisa menjadi pintu kita masuk. Sebagaimana sejarah mencatat, penyebaran Islam pun dilakukan melalui bisnis dan perdagangan yang dilakukan oleh para saudagar muslim. Kini, saatnya kita menghidupkan kembali warisan pendahulu kita tentang betapa perdagangan akan memberi dampak positif bukan pada kita sendiri tetapi pada syiar ummat.

Jadi, siapkah anda go ASEAN... Semoga menjadi inspirasi kita, agar tak hanya berpuas dengan berkutat di negeri kita...


Wassalam,


Amir Fauzi
Owner www.depomuslim.com

Melihat Dari Dekat Tetangga Kita Vietnam

6:53 PM Diposkan oleh Amir Fauzi

Terus terang, saya tak pernah terpikir bisa mengunjungi sebuah negeri komunis bernama Vitnam. Namun demikian, 15 Desember 2009 ini menjadi sejarah baru, saya menjejakkan kaki di Hanoi, ibukota Vietnam.

Kehadiran saya di Hanoi, dalam rangka mengikuti International Union Telco Meeting. Saya sangat berbahagia sekali, selain menggali ilmu terkait dengan negeri yang selalu berjuang melawan penindasan ini saya juga dapat informasi banyak dari peserta negara Asean serta Asia Timur dan Selatan.

Hari pertama ketika saya nyampai di Vietnam, terasa sekali seperti back to 80-an. Banyak sekali sepeda dan motor berseliweran. Rumah dan kios kuno tampak dominan menghiasi Hanoi serta keramaian jalan-jalan seakan membawa saya dalam fantasi tempoe doeloe.

Saya lima hari di Vetnam, dan selama waktu itu pula saya melakukan eksplorasi Hanoi sebagai ibukota Vietnam. Menjajaki masakan, angkutan, jalan-jalan sampai ke budaya dan sejarah. Saya melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, mulai dari Penjara Hanoi, Museum Sejarah dan Perjuangan Vietnam, Hanoi Teater, Makam Ho Chi Min, Universitas tertua Hanoi, Pasar Tua Square serta tak kalah menarik melihat langsung industri pertenunan sutra Vietnam.

Perjalanan saya ke Vietnam ini, benar-benar membukakan mata saya tentang bangsa yang tak pernah menyerah melawan imperialis. Mulai melawan bangsa Mongol, Penjajah Perancis serta meluluhlantakkan Agresor Amerika dalam peperangan yang sangat panjang dan melelahkan. Kini, negeri itu, yang pemerintahnya masih memegang sistem komunis, kini ekonominya sudah mulai mengarah ke ekonomi bebas.

Dengan penduduk 80 juta homogen serta panjang negeri sepanjang 2xpulau Jawa, antara Hanoi dan Ho Chi Minh City, Vietnam bisa saja menggeliat menyalip negeri-negeri tetangganya. Kini, Vietnam telah membuka diri, menjadi lahan investasi untuk produksi garmen, sepatu dan elektronik. Investor sangat bergairah, karena negeri ini aman serta sumberdaya/pekerja yang murah. Sehingga dapat memberikan competitive advantage bagi para investor.

Hal ini senada dengan informasi yang saya dapat kemarin saat dari Majalaya - Bandung, banyak investor tekstil mulai memindahkan produksinya dari Indonesia ke luar negeri, termasuk Vietnam.

Satu lagi pelajaran penting, kini keliling Asean ibarat, bagaikan kita keliling kota di Indonesia. Very simple. Dunia benar-benar borderless sekarang, apalagi dengan adanya maskapai low fare, tambah mudah saja kita keliling tetangga.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner depomuslim.com

Hari-Hari Bersama Keluarga

1:08 AM Diposkan oleh Amir Fauzi


Sebagai seorang Ampibie, kali ini, setelah 12 tahun berlalu, saya menikmati rehat panjang.
Beberapa hari berlalu bersama keluarga, ternak teri, (nganter Anak, Nganter Istri). Selain itu, full time mengurus usaha.

Imagine sebagai TDA betulan. Ya, semuanya kan berproses, semua ada waktunya.
Alhamdulillah, selama beberapa minggu ini banyak nambah ilmu praktis, baik dari workshop maupun gathering.
Minggu-minggu berikutnya, sudah sederetan aktifitas yang harus dieksekusi. Maklum, ibarat sebagai CEO (Small) musti Think Big, Act Small & Take Action.
Alhamdulillah, memang dunia perniagaan bertaburan keajaiban. Every time. Semoga momentum ini memberikan pencerahan luar biasa bagi hidup saya. Umur terus bertambah, tapi sepertinya amalan masih banyak yang kurang.
Jalan inipun saya tempuh sebagai jalan memperluas amaliah, memperkaya nilai-nilai hidup. Semoga dalam satu bulan ini, akan bertabur keajaiban.
Oiya, beberapa produk baru sudah mulai terbit, mulai dari mukena anak, sajadah anak dan jilbab anak.
Selain itu, saya juga akan serius melakukan branding, semoga bisa ikutan workshop branding di jakarta bulan Desember mendatang.
Show must go on....

Amir Fauzi
Owner depomuslim.com
NB :
Waduh...telepun juga terus masih berdering-dering...

Bisnis Adalah Seni

2:16 AM Diposkan oleh Amir Fauzi

Banyak orang ngambil MBA atau sekolah bisnis salah satu alasannya adalah agar menjadi eksekutif sebuah perusahaan bonafid atau kepengin mengelola usaha sendiri. Apa kemudian setelah lulus lantas dapat merintis usaha atau mengelola bisnis dengan benar. Ada yang ya dan ada yang tidak..

Sekolah bisnis menurut saya memberikan perangkat keras bagaimana mengelola keuangan, marketing, sdm dan finansial. Perangkat itu akan berfungsi jika memang digunakan. Jika tidak, ya akan tetap menjadi tabungan ilmu saja.

Demikian juga saat kita ikut seminar, membaca buku bisnis atau apapun. Itu juga ibarat perangkat yang akan berfungsi maksimal saat dilakukan eksekusi.

Nah, saat perangkat itu dieksekusi dilapangan yang namanya bisnis apakah efektif. Bermacam-macam jawabannya. Disinilah seninya. Ilmu vs Praktek. Banyak sekali orang berilmu banyak tak berkutik saat melakukan eksekusi di lapangan. Dan tidak jarang kita temui, orang yang otodidak jauh lebih berjaya saat di lapangan.

Kunci disini sebenarnya adalah faktor eksekusi. Ternyata, eksekusi jauh lebih ampuh daripada knowledge yang tidak diaplikasikan.

Berkenaan hal tersebut, sebaiknya mulai maksimalkan eksekusi dari apa yang kita tahu. Jangan hanya menabung ilmu. Disinilah kita baru merasakan, ternyata menjalankan bisnis ini ibarat kita berkesenian. Perlu melibatkan olah ilmu dan rasa. Karena memang kita berbisnis dengan manusia.

Practice make Perfect !

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner http://www.depomuslim.com/
Blog http://www.amirfauzi.com/

Agar Bisnis Selalu Panen Setiap Bulan

2:01 AM Diposkan oleh Amir Fauzi

Merujuk pengalaman selama hampir dua tahun mengelola usaha garmen muslim, dimulai dari jualan retail, kemudian masuk grosir dan lantas melakukan produksi, ibarat sebuah perjalanan, makin kita selami belantara, makin tahu detil hutan yang ada.

Bisnis garmen muslim, mayotitas produk bersifat musiman. Saat menjelang lebaran, booming hampir semua produk terjadi, tapi begitu lebaran lewat maka terjadi penurunan drastis.

Bagaimana mensikapi hal tersebut ? sebagai seorang pebisnis, tentu kita pengin selalu panen setiap bulan, dan tidak hanya tahunan. Salah satu hal penting, selain mempelajari produk yang fast moving, usualy & slow moving, mempelajari musim adalah sangat penting. Mengingat salah satu kunci bisnis adalah turn over. Perputaran uang, disinilah bagian merchandishing dan inventori begitu memegang peranan penting.

Jangan sampai barang terlalu lama numpuk digudang sehingga berpengaruh pada kesehatan cash flow dan kualitas barang.

Seorang pengusaha garmen muslim dituntut kemampuan membaca trend produk, semisal, saat akan menghadapi puasa, maka produk baju muslim anak, koko, sajadah, kopiah akan meningkat tajam. Dan saat paska lebaran akan menurun drastis berganti dengan kebutuhan haji. Demikian berikutnya, dan berikutnya. Harus memiliki kalender produk.

Beruntung sekali jika kita menemukan produk yang tidak kenal musim, yang selalu panen dan tidak banyak bergoyang seiring bergantinya bulan.

Kunci agar bisnis tetap hidup, stok fast moving semaksimal mungkin. Dan baca trend produk yang sedang dibutuhkan. Sebagai seorang pebisnis, dituntut mampu mensuply kebutuhan kaum muslimin. Semoga ulasan ini memberi inspirasi bagi pengusaha muslim lainya.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner www.depomuslim.com
Blog www.amirfauzi.com

Membedah Bisnis Retail Bersama Pak Rosihan dan Pak Djoko

1:28 AM Diposkan oleh Amir Fauzi

Alhamdulillah, Sabtu ini, 21 Nopember 2009 di Metro Indah Mall bisa ikutan workshop Retail bersama 2 orang praktisi. Pak Rosihan dan Pak Djoko.

Saya datang bersama istri dan dua anak saya, Akmal & Wafa. Lokasinya cukup dekat dengan rumah. Setelah pagi hari jalan-jalan ke Tanjung Sari dengan naik Angkot dan Bus Kota. Lumayan capek juga.

Oiya, jalan-jalan pagi tadi agak lain, maklum lagi ada waktu senggang. Satu keluarga saya ajak jalan, trus naik angkot dilanjutkan naik bus kota. Anak-anak gembira sekali. Pagi masih dingin dan sedikit berkabut langsung tancap sampai di Tanjung Sari perbatasan Sumedang - Bandung. Nice trip..

Saya mau sharing, meskipun saya datang terlambat tentang workshop tersebut.

1. Kalau bisnis mulailah dari yang kecil dulu
2. Kalau 6 bulan ndak tumbuh ya ditutup saja.
3. Kalau tumbuh, fokuskan semua energi untuk membesarkannya.
4. Mulailah dari menguasai pasar dulu, sebelum memulai produksi
5. Buat bisnis setiap bulan panen, bisa dengan variasi produk.
6. Perputaran, perputaran dan perputaran modal, inti bisnis retil
7. Lakukan pembenahan terus menerus (continous improvement)
8. Jangan lupa, cari produk yang best seller, best seller dan best seller
9. Ternyata fokus tetap sangat penting
10. Selain itu, baca trend pasar.

Inilah ilmu baru yang saya dapat dari kedua maestro retail yang menginspirasi peserta hari ini.

Semoga bermanfaat sharing ini.
Mendapatkan ilmu dari parak praktisi ibarat seperti shortcut, ia bisa menjadi jalan pintas anda untuk maju. Ndak perlu berdarah-darah mengulang kegagalan para maestro tersebut.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner http://www.depomuslim.com/
Blog http://www.amirfauzi.com/
Twitter : www.twitter.com/amirfauzi

Mengikuti Workshop Bisnis Retil Bersama Pak Gusway

7:05 PM Diposkan oleh Amir Fauzi

Awalnya saya sebenarnya ragu-ragu untuk hadir, bukan karena apa, karena ada jadwal bentrok dengan kuliah. Namun, setelah saya pikir-pikir, akhirnya saya putuskan untuk hadir di Workshop Pak Gusway yang diselenggarakan hari Sabtu, 14 Nopember 2009 di Blok M Square.

Ndaftarnyapun terlampat juga, jumat siang baru apply, dan sampai malam belum dapat kepastian, untuk saya dapat kepastian dari Pak Roni Yuzirman setelah komunikasi.

Alhamdulillah, pagi bada subuh berangkat ke Jakarta, dan sampai disana sekitar jam 09.00. Bersyukur, regiter ok, bisa gabung.

Ada banyak yang saya dapat dari training Retil kemarin, dan Pak Gusway cukup pakar dan punya jam terbang tinggi. Saya banyak terinspirasi dari workshop tersebut. Materinya juga luar biasa, mulai dari keuangan, sdm, pemasaran, inventory, lokasi dan pricing. Cara menyampaikannyapun cukup gamblang, sehingga sangat mudah dipahami oleh orang awam.

Berikut klue-klue yang saya catat :

1. Memulai bisnis dari awal harus dengan benar.
2. Jangan diversifikasi, sebelum beres usaha inti dan besar, be a focus
3. Buat selalu laporan rugi laba, biar tahu untung atau rugi usaha kita
4. Selalu berpikir efektif (goal) dan efisien (cara)
5. Sangat penting membangun budaya perusahaan / attitude dari awal
6. Maksimalkan turn over barang
7. Perkuat posisi dengan suplier agar dapat konsinyasi
8. Be a good negotiator
9. Hati-hati saat purcashing
10. Service akan menjadi pembeda dan pengikat loyalitas

Alhamdulillah, Setidaknya saya mencatat 10 pelajaran penting dalam bisnis ritel. Saya
berkomitmen untuk menerapkan dalam depomuslim.com.

Wassalam,


Amir Fauzi
http://www.depomuslim.com/
http://www.amirfauzi.com/
www.twitter.com/amirfauzi

Bromo Tengger dan Semeru Selatan

7:41 PM Diposkan oleh Amir Fauzi







Oleh-oleh jalan-jalan lebaran kemarin..


Mumpung liburan, kemarin nyempatin jalan-jalan sama keluarga. Moga sharing ini bisa bikin inspirasi kawan2 yang sudah penat kerja di kota atau yang merantau diluar Jawa...


Saya tiba sore hari di Ngadisari. Sebuah desa di dataran tinggi di bibir pegunungan Tengger. Hawanya dingin menusuk tulang. Perjalanan saya ini adalah perjalanan ketiga masuk kampung Tengger, setelah hiking saat via Malang - Tumpang - Poncokusumo - Ngadas - Bromo (jalan kaki bro), pendakian Semeru dan tentu yang kemarin.


Karena sudah temaram malam, maka ndak ada jeep yang turun ke Gunung dan ke Pananjakan, apalagi mbawa 3 jagoan kecil. Wah... terpaksa deh nginep di Ngadisari. Awalnya saya sempat bingung, untuk masuk Bromo itu dipeta kan ada banyak jalur, mulai dari Tumpang, Sawo Jajar, Tosari trus Ngadisari. Saya pilih lewat Ngadisari.


Karena booking jeep sudah full, dapatlah kloter pertama. Jam 02.00 WIB, weleh... pagi2 nan dingin harus bangun dan naik jeep ke Pananjakan (tempat lihat sun rise). Jarak Ngadisari - Pananjakan sekitar 23 kilo, adoh juga. Sampai di Pananjakan yang pertama, adem tenan. Sampai pagi crowded banget, banyak turis domestik dan asing pengin lihat sun rise....


Viewnya memang bagus banget, bromo, gunung batok, padang pasir dan Semeru...


Setelah puas di Bromo Tengger, saya pulang melingkar lewat Lumajang. Walah, saya itu meskipun orang Mblitar, ndak pernah lewat jalur selatan Semeru. Alhamdulillah, ada kesempatan. lewat Lumajang, Pasirian, Pronojiwo, Dampit. Wow... mantap banget tanjakan dan pemandangannya. Yang di Pronojiwo itu. lho....meliuk-liuk dgn view yang aduhai...


Belum lagi lihat ke Utara, ada view yang hanya saya bayangkan saat ndaki Semeru dulu. Ternyata, kawah Semeru, Jonggring Saloko itu ada di bagian selatan Semeru. Maka, wajar kalau aktifitas Semeru naik, warga Lumajang ketir-ketir, wong aliran laharnya ke selatan...


Yang lainnya, tentang kesuburan tanahnya yang luar biasa. Salak pondohnya juga ndak kalah sama yang di Sleman. Muaniiiss pisan...


Buat kawan-kawan yang plesir, bisa jadi Malang Selatan sebagai alternatif ngedem pikir.


Simplify Your Life


Wassalam,



Amir
http://www.amirfauzi.com/

Wisata Gunung Kelud

7:41 PM Diposkan oleh Amir Fauzi

Obat kangen munggah gunung,
Kemarin pas lebaran nyempatin ke Gunung Kelud setelah Bromo - Tengger.

Dari Blitar ke utara, arah Candi Penataran, Nglegok. Lurus terus tembus perkebunan Ngancar, jalannya sudah relatif bagus. Sampai di Ngancar ketemu jalan super mulus. Aspal korea. Lebih bagus banget dibanding jalur Nguling Probolinggo - Ngadisari (Bromo).

Trus sepanjang jalan, viewnya bagus banget. Pemda Kediri benar-benar menggarap wisata Gunung Kelud dengan profesional.

Mobil roda empat bisa parkir dengan mulus di bibir trowongan. Udara nan dingin, disambi makan tahu & tempe goreng panas enak tenan. Dan harga makannannya itu lho. Blitar banget. Masak di tempat wisata gini harganya kayak dikampung saya, Semen. Jan mbakyu-mbakyu itu ngambil untung dikiiit banget. Belum mbawanya dari bawah...

Masuk trowongan, tampaklah Anak Gunung Kelud yang masih mengepul. Sepertinya terus meninggi seperti nasi di bakul yang mengepulkan asap. View timur dan barat bagus banget. Clean.

Buat kawan2, ada baiknya mempromosikan kawasan Gunung Kelud sebagai wisata alternatif.
Very Recomended pleasure...


Amir.
Owner
http://www.depomuslim.com/

NB :
Buat Pemda Blitar, ada baiknya jalur Penataran ke Ngancar diperbagus, saya yakin paket wisata dari Makam Bung Karno, Trus Penataran dan Gunung Kelud
akan menjadi paket yang menjanjikan....