Showing posts with label Tips Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Tips Bisnis. Show all posts

Cara Memulai Usaha Kaos Distro














Banyak kawan-kawan yang ingin memulai usaha kaos distro kebingungan, bagaimana proses produksinya. Dulu mungkin sulit untuk memproduksi kaos, namun dengan berkembangnya informasi, kini mendirikan usaha distro tak lagi sesulit dulu. Berikut ini pengalaman kami memproduksi kaos distro.
Dalam produksi kaos distro, bisa dilakukan dengan dua cara.

1.       FOB (Free On Board)
FOB adalah proses produksi dimana pemesan tidak terlibat sama sekali dalam proses produksi. Atau menurut istilah umum, terima jadi. Prakteknya, pemesan minta dibikinkan oleh konveksi kaos dengan desain yang telah ditentukan. Kemudian pemesan memberi DP atau ongkos produksi. Konveksi membuat kaos dan saat jadi diserahkan kepada pemesan sekalian pelunasan pembayaran.

2.       CMT (Cut Make Trim)
CMT seringkali disebut juga maklon. Dalam konsep maklon, pemesan ikut terlibat dalam proses produksi. Misal, dalam proses produksi terdiri dari desain, cutting, sablon, jahit dan finishing. Pemesan mengambil bagian dari salah satu proses produksi dan sisanya dimaklonkan atau dikerjakan oleh pengrajin lain. Contoh, cutting dan jahit dikerjakan sendiri, sedang sablon dimaklonkan ke orang lain.

Mengenai proses produksi kaos distro, setidaknya  melalui tahapan2 seagai berikut :

1.       Desain
Desain terdiri dari desain gambar yang akan disamblon dan desain pattern atau pola kaos yang akan dibuat. Desain memegang peranan besar bagi suksesnya produk yang akan dilempar kepasar. Pada dasarnya, orang membeli kaos karena melihat desainnya sebagai factor penentu.

2.       Cutting
Proses berikutnya adalah cutting. Pada proses ini, bahan kain combed atau carded yang telah dibeli digelar dan kemudian di potong sesuai dengan pola yang telah dibikin sesuai ukuran S/M/L/XL. Pola terdiri dari badan depan, belakang dan lengan serta ribs (krah leher)

3.       Sablon
Proses berikutnya adalah sablon. Gambar yang telah didesain dilakukan proses setting kemudian di afdruk dalam screen. Selanjutnya disablon di potongan kain hasil cutting. Proses sablon ini diakhiri setelah dilakukan proses heat press untuk tinta waterbase atau curing untuk tinta oil base. Jika Anda ingin belajar lebih lanjut tentang sablon, bisa ikut kursus di www.sekolahsablon.com


4.       Jahit
Proses selanjutnya adalah penjahitan dengan melakukan proses jahit badan, lengan dan ribs. Sampai proses ini kaos masih perlu dilakukan finishing. Jika Anda berminat untuk mengenal industry konveksi lebih lanjut atau memulai usaha jahit distro dapat mengambil kursus di www.sekolahjahit.com


5.       Finishing
Dalam proses finishing, kaos yang sudah dijahit berikutnya dilakukan quality control, pembersihan benang dan sekaligus di steam (strika uap).

Demikian sekilas proses produksi, setelah itu barang siap diedarkan atau dijual di toko online, distro atau diecer.

Salam,


Amir Fauzi
Founder Sekolah Distro
www.distroacademy.com


Tempat Bikin Kaos Murah
www.gesut.com


7 Cara Merintis Usaha Jilbab Instan

Kami telah merintis usaha jilbab ini kurang lebih selama 6 tahun, dan alhamdulillah sampai hari ini terus bertahan dan bertumbuh. Bersama ini saya ingin berbagi pengalaman bagaimana merinstis usaha jilbab agar tetap berkembang. Dan hebatnya, usaha jilbab ini kini semakin marak dengan banyaknya orang yang berhijab.

1. Mulai Usaha Jilbab dari Kecil Dulu
Memulai bisnis itu perlu kesabaran, seringkali terlalu bernafsu untuk cepat besar malah seringkali terjatuh. Saya memulai usaha fashion dengan modal 450.000 untuk kulakan ke Pasar Baru Bandung. Seiring dengan bertumbuhnya usaha, alhamdulillah kini dapat mempekerjakan beberapa orang dalam bisnis ini.

2. Pandai Memilih Model Jilbab yang Laku
Usaha jilbab itu termasuk usaha fashion yang mana ciri-cirinya adalah tergantung pada trend atau mode. Keahlian memilih mode menjadi penting agar produk kita menjadi fast moving alias cepat laku. Jika kita gagal memahami keinginan pelanggan, bisa jadi akan menjadi dead stock alias tidak berputar. Rajin2 lah baca majalah, koran, jalan2 atau nonton sinetron :-)

3. Mulai Saja Tidak Perlu Nunggu Sempurna
Untuk memulai usaha jilbab, ndak perlu nunggu sempurna seperti harus punya karyawan, kantor dan sebagainya. Fokuslah pada transaksi. Jual kepada lingkungan terdekat Anda, apa yang dibutuhkan pelanggan, penuhi. Sesimpel itu. Nanti jika tumbuh kembangkan perlahan dan lengkapi terus.

4. Gunakan Media Online
Saat ini, untuk jualan tidak perlu harus punya toko terlebih dahulu. Punya akun Facebook, Twitter dan Blok serta situs2 jualan gratis diinternet sudah cukup sebagai media jualan. Dengan modal HP, Android atau BBM sudah cukup sebagai awal memulai usaha. Layani dengan sebaik-baiknya, insya Allah akan memudahkan usaha berkembang.

5. Cari Tempat Kulakan yang Bersaing
Dalam dunia online seperti sekarang ini, sangat penting menemukan tempat produksi atau grosir yang memberikan harga bersaing. Jilbab yang sama kadang dijual dengan beda harga antara bumi dan langit. Jika Anda berminat, Anda bisa bandingin harga di situs ini www.jilbabfatta.com untuk jilbab instan atau www.jilbabkaira.com untuk jilbab segi empat. Cari tempat kulakan terbaik agar memperoleh margin yang bagus.

6. Perbanyak Model Jilbab
Biar anda terlihat profesional, maka banyaknya pilihan menjadi salah satu ukuran. Oleh karena itu, lengkapi selengkap-lengkapnya stock model jilbab Anda. Jaman sekarang, orang ndak mau jilbabnya sama, selalu pengin dengan jilbab yang berbeda. Banyak model dengan stock terbatas setiap modelnya bisa menjadi pilihan yang sangat baik.

7. Fokus Mengembangkan Usaha
Seringkali pemula tidak fokus mengembangkan usaha, saat usahanya tersendat maka beralih ke usaha lainnya, padahal saat ada masalah yang muncul justru disitulah peluang naik kelas menjadi lebih besar. Dilapangan banyak sekali berguguran saat menghadapi kesulitan, padahal disitu banyak pelajaran. Terus lakukan inovasi baik produk, layanan dan pengelolaan keuangan. Insya Allah usaha akan berkembang.


Amir Fauzi
Owner
www.jilbabfatta.com
Pusat Jilbab Instan Bandung

www.jilbabkaira.com
Pusat Grosir Jilbab Segi Empat

Rahasia Cara Menjadi Kaya ala Amerika

Beberapa hari yang lalu saya masuk toko buku, suatu kegemaran yang ndak bisa saya tolak. Setelah masuk hunting bukupun saya lakukan. Seperti biasa, sambil bawa tas punggung mata jelalatan kesana kemari barangkali ada buku yang enak dibaca.
Ndak tahu kenapa, saya ambil buku Get Rich, Stay Rich, Pass it On.
Intinya buku ini menjelasakan bagaimana cara menjadi kaya, tetap kaya dan meninggalkan warisan bagi penerusnya. Dalam 1 hari saya mencoba melahap buku yang lumayan tebal tersebut.
Setelah saya baca, maka inti sari dari buku yang didasarkan pada penelitian ribuan orang kaya tersebut sebagai berikut :
1. Investasi di Bisnis Inovatif
Investasi ini bisa berupa mendirikan bisnis inovatif, bisa juga bekerja di dunia bisnis ataupun menjadi pemegang saham dalam bisnis inovatif. Mengapa bisnis inovatif, salah satu alasannya adalah memiliki value yang lebih tinggi daripada bisnis konvensional. Berapa besar mereka alokasikan untuk investasi bisnis inovatif, rangenya sekitar 25-30% dari total aset yang dimiliki.
2. Investasi di Property
Berikutnya, orang kaya Amerika dari hasil survey mereka menginvestasikan uangnya kedalam property, terutama pada property yang menghasilkan. Hampir semua orang kaya di Amerika selalu memiliki property-property terbaik sebagai penjamin penurunan nilai aset. Jadi kalau kita mau kaya, jangan lupa banyak-banyaklah investasi di sektor property yang produktif. Alokasi investasi property dalam kisaran 25-30%
3. Investasi di Saham
Perilaku orang kaya Amerika berikutnya adalah mereka investasi dalam sektor saham mulai dari obligasi, reksadana sampai pada kepemilikan saham. Portofolio investasi ada di kisaran 25-30%
Setidaknya ada 3 instrumen diatas yang dilakukan mayoritas orang kaya Amerika. Secara umum mereka tidak konsumtif, justru memasukkan uang mereka kedalam instrumen investasi agar berkembang dan menjadi proteksi kekuatan finansial mereka.
Bahkan, untuk hal-hal lain selain tiga hal diatas, mereka alokasikan relatif kecil antara 5-10 % saja. Sehingga akumulasi aset mereka dari tahun ketahun terus meningkat pesat.
Bagaimana dengan Anda ?
Tertarik menjadi kaya ala Amerika ??
Amir Fauzi
Owner
Mudah Berhijab

Bertahan Dari Gempuran

Dari perjalanan saya ke Bali kemarin menyisakan banyak hal, kenangan karena memang saya sudah beberapa kali pergi ke Bali, berikutnya adalah bisa jadi sebuah empati. Kenapa saya sebut empati, karena saya banyak menemui perubahan. Perubahan apa itu, yang jelas perubahan bisnis.
Dulu kami pergi ke pasar seni Sukawati dan Ubub atau Celuk, di kedua pasar seni itu ramai turis lokal dan asing yang sibuk berbelanja kepada pengrajin dan pedagang tradisional. Namun, melihat kondisi terakhir, sepertinya terjadi pergeseran besar-besaran. Kalau sekarang, mau belanja barang2 seni ndak perlu jauh-jauh lagi, cukup di Denpasar sudah bertebaran mal-mal oleh-oleh yang cukup besar dan megah berfasilitas AC dengan manajemen modern.
Pikiran saya lantas, bagaimana nasib pengrajin dan pedagang tradisional di ketiga tempat itu. Hukum pasar jelas menjawab, mereka akan sunset alias mengalami penurunan omset tajam. Begitulah hukum bisnis, tatkala ada tawaran baru yang lebih mudah, lebih murah, lebih nyaman, lebih dekat dan sebagainya, maka konsumen akan berpindah kelain hati.
Terus mau diapakan pedagang tradisional tersebut. Dibiarkan biar mati suri karena berhadapan heead to head dengan pemilik modal besar, atau dilakukan proteksi oleh Pemda setempat. Proteksi bisa jadi langkah awal melindunginya, namun ini bukanlah solusi jangka panjang, karena tidak mungkin selamanya dilindungi oleh regulasi.
Kalau versi saya, jawabnya adalah inovasi. Melakukan perubahan dan positioning baru.
Tidak mudah bagi pengusaha pas-pasan dari sisi ilmu, modal dan jaringan harus bersaing langsung dengan pemiliki kapital besar. Bunuh diri namanya. Salah satu langkah smart yang bisa dilakukan adalah mencari ceruk pasar dan menggarapknya mati-matian secara brutal.
Ceruk pasar atau nich market seringkali tidak mampu disentuh pengusaha besar, karena kekhususannya maupun keunikannya. Inilah yang harus terus digali oleh pengusaha tradisional. Dan kekhasan ini sebenarnya bersifat dinamis, bisa jadi saat ini menjadi daya ungkit bisnis, namun disuatu saat kekhasan ini bisa jadi tidak bernilai karena sudah ada kompetiror yang menjalankan secara serupa. Jadi mencari keunggulan merupakan proses terus menerus, tiada henti dan setiap pebisnis berkewajiban terus mendefinisikan apa itu nilai keunggulan dari bisnis yang dijalankan agar tetap survive.
Merenungi nasib dan pasrah bukanlah solusi, yang memang sebenarnya peran pemerintah memikirkan nasib rakyatnya, namun saya lebih mendorong bagaimana kita mencari solusi sendiri atas masalah yang kita hadapi. Rasanya itu justru memberikan energi buat kita.
Saya sendiripun pada dasarnya juga bersaing dengan begitu banyak pengusaha garmen lainnya yang barangkali justru lebih dulu, lebih pengalaman dan lebih besar. Namun itu bukanlah menjadi alasan bagi saya untuk tidak bertumbuh. Dan cara bertumbuh bagi pengusaha pemula adalah mencari ceruk dan memaksimalkan kreatifitas. Itu yang perlu terus dikembangkan.
Layaknya David melawan Goliath, harus memaksimalkan kecerdasan otak daripada otot.
Mari bertahan dan maju melawan gempuran produk-produk asing yang menghadang.
Pasti bisa kalau kita sungguh-sungguh.
Selalu ada peluang, selalu ada jalan...
Amir Fauzi
Anda pengin bisnis jilbab, kami bantu mewujudkannya.

Bisnis Gaya Landak dan Gaya Serigala

Gaya bisnis ini diperkenalkan oleh Jim Collins dalam Good to Greats. Inti dari buku Jim ini adalah, ada dua gaya pebisnis dalam menjalankan usahanya. Pertama gaya fox atau serigala. Berikutnya adalah gaya hedgehog atau gaya landak.

Baik, mari kita terangkan lebih sederhana.
Bisnis gaya fox atau serigala. Bisnis ini mewakili karakter serigala yang aktif dalam mengendus sumber makanan. Serigala memiliki kelebihan dalam indra penciuman dan pendengaran. Aktif bergerak kesana kemari dan fungsi organnya bisa dikatakan sempurna mulai dari tubuh yang ideal, kecepatan lari yang ok, dan alat pertahanan yang cukup. Dengan kelebihan itu serigala dapat bertahan hidup dalam berbagai cuaca dan sistem rantai makanan yang ada.

Dalam prakteknya, bisnis gaya serigala ini adalah pebisnis yang aktif mencari peluang. Dimana ada peluang langsung tangkap dan diekseskusi. Mengapa demikian, karena pebisnis tipe ini memiliki kemampuan serba bisa menjalankan usaha sehingga memiliki usaha dengan portofolio yang bermacam-macam. Contoh, tipe ini memiliku usaha tambang, kebun, kayu, otomotif, asuransi, perbankan dan lainnya. Kalau jaman dulu bisa dikatakan tipe serigala ini adalah seperti konglomerat atau taipan.

Umumnya, tipe serigala ini bisnisnya diawali dari perniagaan atau perdagangan. Bukan karena expert dalam hal tertentu.

Berikutnya adalah gaya landak atau hedgehog.
Pebisnis ini adalah pebisnis yang fokus dalam satu bidang, tidak tergoda dengan bidang lain walaupun bidang lain menawarkan rayuan untung yang menakjubkan. Mereka mengerjakan bisnis sesuai dengan passion atau hasratnya. Tidak peduli hujan atau panas, mereka fokus sampai tajam pada bisnis yang dipilihnya. Contoh pebisnis gaya landak ini adalah steve jobs, bill gates, waren buffet dan lainnya.

Kalau saya amati, bisnis gaya serigala ini banyak dilakukan orang Asia, khususnya China. Mengapa demikian, karena meraka bermula dari berdagang. Sedangkan bisnis gaya landak banyak dilakukan oleh orang Amerika atau Eropa, karena basis mereka adalah profesionalisme.

Di akhir tulisannya Jim menjelaskan berdasarkan surveynya, bahwa bisnis yang memiliki daya tahan lama adalah bisnis yang bergaya landak.

Demikian penjelasan ini, semoga membantu memberikan pencerahan.

Amir Fauzi
Founder
www.distroacademy.com | Sekolahnya Pengusaha Kaos Distro
www.gesut.com | Tempatnya Bikin Kaos Keren

Ilmu Bisnis Itu Selalu Ada yang Baru

Kawan-kawan pengusaha konveksi saya sering bilang, bisnis semakin sulit, omset saya turun, karyawan saya kabur dan macam-macam yang intinya adalah ada penurunan bisnis. Dalam ilmu pernagaan China bisnis naik dan turun itu adalah hal biasa ibarat air laut yang lagi pasang atau surut.

Masalahnya adalah, jika penurunan itu berlangsung dengan trend terus menerus, pastilah harus waspada. Itu tandanya bisnis yang digeluti lagi sakit. Salah satunya penyebab penyakit dalam bisnis adalah cara berbisnis kita yang telah usang atau tidak update lagi dengan derasnya perubahan bisnis.

Ada banyak contoh, dulu maskapai tertentu meraup untung dengan sistem monopoli, ketika kran monopoli berakhir maka terseok-seok dan tumbang. Kenapa, karena tidak mengubah gaya bisnisnya. Berikutnya, tumbangnya toko-toko kelontong dengan hadirnya toko modern franchise dengan sistem jaringan distribusi yang kuat. Tumbangnya angkutan laut dengan transportasi udara. dan sebagainya, dan sebagainya.

Perubahan lingkungan bisnis terus berlangsung. Bagi seorang pebisnis harus terus mengupdate dengan sistem-sistem baru. Mengapa, karena sistem-sistem baru secara umum akan membenahi kekurangan-kekurangan dari sistem lama yang usang, sehingga memberikan cara-cara baru dan nilai baru bagi pelanggan. Sehingga memaksa pelanggan lama berpaling kepada pebisnis baru yang memberikan layanan lebih.
Melihat fenomena seperti ini, darimana kita berubah !

Saya lebih cenderung, pertama kali yang mesti dirombak adalah otak bisnis kita sendiri. Sulit rasanya mengubah karyawan dan orang lain sebelum kita berubah. So, perlu sekali memberi konsumsi otak kita dengan memahi pola-pola bisnis baru sehingga otak kita terprogram dan mengatakan yes, kita mesti berubah.

Selanjutnya, desain ulang sistem bisnis kita. Tidak mungkin terjadi perubahan hanya dalam pikiran saja tanpa action. Setelah pikiran kita terbarukan, baiknya dilanjutkan dengan melakukan eksekusi nyata untuk memperbaharui sistem bisnis yang kita punya.

Demikian dilakukan terus menerus sehingga kita memang akrab dengan makluk yang disebut perubahan.
Salam perubahan,

Amir Fauzi
Founder
www.distroacademy.com | Sekolahnya Pengusaha Kaos Distro
www.gesut.com | Tempatnya Bikin Kaos Keren

Tips Bisnis Jilbab

 
Banyak pelanggan menanyakan bagaimana tips memulai bisnis jilbab. Kami akan berbagi kepada Anda tentang pengalaman 5 tahun berbisnis jilbab yang kami lakukan.

1. Mulailah dari yang Kecil
Saya selalu menyarankan kepada siapapun yang akan memulai bisnis, apalagi dengan modal terbatas. Start small, mulailah dari yang terkecil. Jika usahanya lancar maka kembangkanlah dan jika merugi terus, maka ditutup saja.

2. Bisnis Fashion adalah Bisnis Mode
Jilbab sekarang tidak hanya sebagai penutup aurat semata, namun juga bergeser sebagai style atau gaya hidup, sehingga perlu anda memulai bisnis dengan model-model jilbab atau kerudung yang benar-benar fresh dan disukai di tempat anda. Mode yang menarik di Jawa belum tentu menarik diluar jawa, jadi fokuslah kepada target pasar anda.

3. Fokuslah pada Transaksi
Tugas bisnisman adalah menciptakan transaksi, jangan sibukkan waktu anda untuk mengurus hal-hal yang tidak terkait dengan transaksi. Fokuskan jilbab yang anda punya terjual daripada hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan penjualan. Tanpa penjualan, maka anda akan kesulitan cash. Pikirkan selalu bagaimana produk bisa terjual dan jangan fokus pada asesoris bisnis yang tidak ada hubungannya.

4. Tawarkan pada Lingkungan Terdekat
Tidak usah jauh-jauh menawarkan produk, tawarkan kepada orang terdekat anda, saudara, teman, tetangga, kolega dan kawan pengajian. Jika mereka dengan produk anda, dijamin akan terjadi repeat buyinng atau pembelian ulang dan itu akan menjadi mesin uang anda. Dan jangan lupa itu akan menjadi words of mouth, atau pemasaran dari mulut ke mulut.

5. Jangan sungkan Memakai Produk 
Yang menarik, ada kisah pelanggan kami, karena memakai produk www.jilbabfatta.com saat mengantar anak ke sekolah, maka dari situ ibu-ibu yang lain pesan jilbab kepelanggan saya tersebut, so pakailah produk fashion tersebut. Inti dari fashion adalah PD, kalau ndak PD sulit juga orang percaya produk kita.

6. Fokus pada Perputaran
Orang Indonesia itu price cencitive, atau sensitif terhadap harga. Sebagai pembuka, tidak perlu kita mengambil untung besar-besar, tetapi fokus saja pada perputaran. Dan jika mereka puas, pastilah pelanggan akan merekomendasikan ke pelanggan lain.

7. Fokus
Banyak pemula gagal bisnis karena ndak fokus dan ndak tahan. Ndak fokus artinya, ketika usaha mengalami kesulitan atau masih tumbuh pelan, maka penginnya langsung gede dan dapat duit banyak. Karena ndak ulet dan telaten, maka pelanggan yang mulai banyak ditinggalkan karena tergiur atau terbius bisnis baru yang menjanjikan keuntungan. Kalau tidak fokus, bisnis tak akan pernah besar jika tidak diurus, seperti tananaman kalau ndak kita urus, ndak kita siram dan pupuk mustahil akan besar, demikian pula bisnis.


Selamat memulai bisnis, semoga 7 kiat bisnis jilbab ini mengisnpirasi Anda !


Jilbab Fatta
Always Update !

Kiat Praktis Memulai Usaha

 
Dari beberapa siswa di www.sekolahsablon.com sering kali saya menemui berbagai pertanyaan, salah satunya adalah bagaimana cara memulai bisnis. Ada yang masih bingung dan ragu-ragu.

Sering saya dorong, jangan terlalu dipikir terlalu detail dan njlimet, karena ujung-ujungnya bisnis itu tidak feasible. Ada sainganlah, nanti ndak laku lah, ndak ada sdm-nya lah dll.

Kiat berikut ini semoga membantu anda yang mau merintis bisnis :

1. Start Small
Alias mulailah dari yang kecil. Kenapa dari yang kecil, simpel jawabnya. Karena kalau rugi, ndak sampai habis-habisan. Kalau gagal ndak bikin trauma dan sakit hati. Saya hampir selalu memulai usaha dari kecil.

2. Start from the Market
Mulailah dari pasar, artinya lihatlah pasar, jangan hanya fokus ke produk, tapi fokuslah ke pasar. Karena apa, pasar adalah pusat petukaran produk dengan pelanggan. Seringkali terlalu asik dengan produk, saat produk selesai dibikin ternyata ndak ada yang beli yang akhirnya dipakai sendiri. Untuk pertama kali, ikutilah pasar, setidaknya dengan ikut pasar akan mengurangi resiko gagal bisnis saat diawal. Kalau dipasar laku, bisanya produk yang anda bikin juga laku, so simple.

3. Cintailah transaksinya
Maksudnya, fokuslah pada penjualan, gimana caranya produk yang anda buat bisa dikonsumsi orang. Tidak usah terlalu disibukkan asesoris yang tidak ada hubungannya dengan penjualan. Contoh, duit yang ada digunakan untuk alat2 yang tidak mendukung penjualan. Ini kurang bagus, lebih baik fokuskan bagaimana agar dana yang ada mendukung penjualan anda. Hal2 yang ndak perlu dibeli ndak usah dibeli dahulu.

4. Berbedalah
Berikutnya saya dapatkan dari sebuah buku, nyaris tidak bisnis yang berkembang dengan pesat selagi dengan konsep konvensional yang sudah ada. Artinya, jika kita memulai bisnis harus memiliki pembeda alias value dibanding dengan produk2 pada umumnya. Harus memiliki pembeda, bisa dari kualitas, cara melayani, kemasan dan lainnya. Jangan biasa-biasa saja, sebab kalau anda biasa-biasa maka anda hanya mendapat margin seperti usaha yang sudah ada. Berbedalah.

5. Fokus
Fokuslah dengan bisnis yang kita mulai. Namanya bisnis, ada naik ada turun. Itu sudah pasti, tidak ada bisnis yang naik terus. Nah, biasanya banyak pemula tidak betah saat usahanya turun omsetnya, padahal dalam bisnis itu hal biasa. Tetap fokus pada pilihan bisnis kita dan terus mengembangkan diri menjadi expert dalam bisnis yang kita geluti.

Semoga bermanfaat.



Amir Fauzi
Owner

Kiat Menjadi Perusahaan yang Efisien

Tetap efisien. Moto ini sering digunakan para pedagang China. Walaupun usahanya membesar, tetapi tetap mempertahankan efisiensi usahanya. Di toko Cibadak Bandung, saya berlangganan plastik, karung dan alat2 packaging. Sambil beli sering saya amati, bagaimana para pengusaha China ini terus bertahan dan bertahan.

Kalau saya lihat tokonya, tetap saja, terlihat crowded, seperti gudang, dengan alat-alat pendukung yang sederhana, seperti kresek digantung, balpoin ditali serta nota dari kertas bekas. Walau simpel seperti itu, omsetnya jangan ditanya, kalau kesitu selalu saja berebut, ngantri.

Karyawannya juga itu-itu saja, sangat setia dan jumlahnya juga ndak terlalu banyak So, minimalist.

Tapi kalau lihat rumahnya, hem, mentereng. Bisa jadi kiosnya lusuh acak-acakan, tetapi rumahnya di real estate esklusif. Saat di toko, pakainnya kaos singlet, dan celana komprang. Tapi kalau sudah pulang, pakainnya necis.

Ini menurut saya pelajaran menarik, bahwa usaha itu dibangun dari proses berkelanjutan. Para pedagang China ini tetap mempertahankan gaya hidupnya walau sudah kaya raya.
Ada satu kisah, seorang suami istri yang menjadi pengrajin jilbab. Mereka ambil bahan dari pasar baru, kemudian di cutting, selanjutnya dibagi-bagi kerumah-rumah tetangganya untuk dijahit, kemudian ditarik lagi, selanjutnya dikirim keluar kota via bis untuk dilakukan proses payet. Setelah proses payet selesai, maka dititipkan bis kembali ke lokasi awal dan selanjutnya di packaging.

Beban biaya dengan sistem kerja seperti itu benar-benar low cost, makanya harganya sangat miring, beda dengan konveksi yang mengerjakan awal sampai akhir.
Pendekatan-pendekatan baru seperti itu, perlu terus dicari untuk menemukan model bisnis yang paling efisien. Paling efektif.

Dan tentu jangan lupa, jika usaha telah membesar agar tetap mempertahankan hidup efisien, dan tentu tetap efektif.

Selamat membongkar model bisnis anda untuk menuju perusahaan yang lebih efisien. Pangkas yang tak perlu dan tetap menjadi perusahaan minimalis walau omset sudah maksimalis.


Amir Fauzi
Owner

Menghindari Produk Tidak Laku


Beberapa kali kami meluncurkan produk. Rumus yang sering saya gunakan, start small & act now. Namun, seiring dengan perjalanan bisnis yang saya lalui, rumus itu saja tidaklah cukup. Ada rumus yang paling valid sebelum meluncurkan sebuah produk. Rumus tersebut adalah survey pasar.

Seringkali produk yang dilempar ke pasaran gagal diserap pasar karena konsumen tidak merespon produk tersebut. Akibatnya modal sudah terserap ke barang dan barang tidak berputar atau slow moving sedang biaya operasional harus terus diisi agar mesin tetap jalan.

Bagaimana menghindari hal tersebut ?
Sebelum meluncurkan produk, perlu dilakukan survey pasar dan analisa kelayakan. Jangan sampai produk diluncurkan hanya bermodal idealisme dan spirit saja.

Terkait inovasi, tidak ada yang melarang, namun saya sarankan, inovasi jangan bersifat radikal, tetapi lebih daripada menyempurnakan produk yang memang sudah teruji pasar. Produk yang terlalu inovastif seringkali perlu waktu untuk melakukan edukasi pasar, dan itu butuh biaya apalagi sebuah UKM, jelas akan mengganggu cash flow.

Cari produk yang memang teruji best seller agar perputarannya cepat. Bagi sebuah usaha kecil, perputaran adalah modal untuk menghasilkam cash adalah ibarat denyut jantung. Jadi fokuslah bagaimana agar produk yang diluncurkan bisa menjadi pemutar cash kita.

Nah, lebih baik survey dilakukan dengan benar sebelum eksekusi, karena kalau sudah dieksekusi ceritanya akan jadi panjang. Jadi, mari dekat dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan, karena dialah yang kita layani.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

Rumus Sederhana Cara Mengatasi Hutang


Ilmu ini saya dapat saat diundang untuk ikut acara UTHB, Umat Terbaik Hidup Berkah yang digagas oleh Pak Syamsul Arifin. Beliau mengatakan, saya akan kasih rumus bagaimana mengatasi hutang. Siapa mau ? peserta sepontan menjawab, Mau, Mau, Mau !

Rumusnya sederhana, dan terus terang membuka batok kepala saya. Berikut ini rumusnya.

"Untuk mengatasi hutang, tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan pendapatan kita minimal 2x lipat dari sekarang"

Resep ini sangat inspiratif, bahwa mensolusi hutang dengan hutang lagi adalah bukan solusi terbaik, atau bisa juga melakukan penghematan disana-sini. Bisa jadi ini juga merupakan solusi, tapi solusi yang paling ampuh adalah focus pada bagaimana kita meningkatkan pendapatan.

Jadi, kalau terjebak hutang, pertama yang harus menjadi focus kita adalah bagaimana agar income kita bisa bertambah. Ada dua cara, pertama meningkatkan penjualan, yang kedua mengurangi beban operasi. Selisih itulah net profit yang kita dapatkan.

Nah,
Bagaimana secara kreatif kita bisa meningkatkan pendapatan, itulah tantangannya.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

Menghindari Penyebab Kegagalan Bisnis


Saya kutipkan 8 penyebab gagalnya sebuah bisnis yang perlu kita hindari, apalagi bisnis start up yang baru tumbuh. Mengetahui penyebab runtuhnya usaha ini menjadi sangat penting mengingat rasio kegagalan bisnis di tahun kedua dan kelima sangatlah besar. Mengetahui penyebab kegagalan bisnis mirip kita mengetahui bom yang dipasang di jalan yang mau kita lewati. Dengan mengetahui lokasi bom tersebut, membantu kita untuk menghindari agar sampai menginjaknya dan meledak bersamanya.

Berikut ini penyebab kegagalan tersebut :

1. Kurangnya Pengalaman
Kuncinya learn baru earn. Belajar dulu, baru mendapatkan laba. Bisa juga dengan cara start small atau memulai usaha dengan sekala kecil sambil belajar. Anggap saja biaya yang dikeluarkan untuk modal sebagai biaya sekolah.



2. Menggunakan dana perusahaan untuk keperluan pribadi
Aturan ini enak didengar tapi sulit untuk diamalkan. Seringkali syahwat pribadi begitu kuat untuk menggunakan uang usaha guna membeli barang-barang konsumtif saat usaha mulai mekar. Seringkali uang usaha dan pribadi campur aduk sehingga tak jelas apakah usaha untung atau rugi.

3. Lokasi usaha yang tidak tepat
Untuk lokasi, jangan sampai jadi asset tetap saat memulai usaha. Alternatif sewa atau online menjadi alternative menarik untuk mengatasi lokasi dan daya jangkau pasar.

4. Manajemen yang buruk
Saat usaha awal berdiri, semua pekerjakan kita kerjakan sendiri. Namun saat sudah mulai besar perlu rekrut pegawai. Nah, problem berikutnya adalah bagaimana melakukan manajemen dengan baik. Penambahan tenaga kerja yang tidak diiringi dengan system manajemen yang baik tidak akan mendorong kinerja bisnis justru malah akan menjadi beban.

5. Investasi lebih besar daripada aktiva tetap
Hati-hati dalam melakukan investasi apalagi pada produk yang belum teruji oleh pasar. Jangan sampai terjebak pada produk slow moving sehingga modal menumpuk dan tidak bergerak serta terus menggerogoti modal kerja akibat pemeliharaan.

6. Manajemen kredit yang buruk
Hati-hati menggunakan hutang. Hutang harus benar-benar berorientasi pada investasi yang produktif dan bukan konsumtif. Terjebak pada hutang konsumtif atau terjebak pada fix asset bisa mengganggu cash flow usaha.

7. Tidak cukup modal
Kuncinya adalah mengelola cashflow. Cash flow ibarat jantung bagi tubuh. Saat cash flow terganggu maka ibarat jantung yang tidak berfungsi normal. Jadi hati-hati dalam mengelola cash flow jangan sampai kekeringan.

8. Pertumbuhan perusahaan tidak seperti yang diharapkan
Biasanya karena produk yang dihasilkan tidak direspon oleh pasar, sehingga menjadi produk slow moving. Modal menumpuk sedangkan biaya operasi terus berjalan dan membutuhkan aliran cash flow. Jadi hati-hatilah dengan produk yang dihasilkan, jangan sampai produk tak bisa diserap oleh pasar.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner

Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

Kiat Usaha Orang Tionghoa

Berikut adalah interview yang dilakukan oleh Majalah Duit dengan Dr. Beni Bevly mengenai usaha ala Tionghoa:

Majalah Duit (MD): Bolehkah anda menyebutkan prinsip-prinsip memulai usaha mau pun berbisnis orang Tionghoa yang anda selalu ingat/pertimbangkan dan yakini kebenarannya?

Beni Bevly (BB): Pertama, usaha keras, berani mencoba dan tidak takut gagal, memulai dengan apa adanya. Agaknya poin inilah yang menjadi kelebihan utama dari para pengusaha Tionghoa. Dalam keluarga Tionghoa, kerja keras bukanlah hal yang aneh. Mereka sudah terbiasa lembur hingga pagi. Jika ada kesempatan, seperti hari menjelang Lebaran, mereka tahu bahwa permintaan akan meningkat, maka mereka akan bekerja keras untuk memenuhi permintaan tersebut karena mereka menyadari bahwa Lebaran hanya satu kali dalam satu
tahu. Moto orang Tionghoa dalam kerja keras yang sering saya dengar adalah "Kita harus bisa memindahkan gunung" dan "Kita harus bisa seperti orang lain walaupun kita melakukannya 100 kali lebih keras dari mereka."

Orang Tionghoa pada umumnya berani memulai suatu usaha dan tidak takut gagal. Mereka mempunyai sense of urgency yang tinggi. Mereka sering berpendapat, "Jika tidak memulai sekarang, kapan lagi?" Gagal bukanlah hal yang menakutkan karena umumnya mereka selalu memulai usaha dengan apa adanya dan dari bawah.

Kedua, mengumpulkan informasi dan belajar. Sebelum terjun ke suatu bidang usaha, umumnya orang Tionghoa akan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Mereka tidak segan pergi ke saudara, teman, dan bahkan pihak yang tidak mereka kenal. Setiap pembicaraan dengan siapa saja mereka untuk menanyakan usaha yang akan mereka tekuni. Kemanapun mereka pergi, mereka akan membuka mata dan telinga lebar-lebar. Dengan kata lain mereka sangat mahir melakukan survey terhadap usaha yang akan mereka geluti.

Selain itu, mereka juga tidak segan untuk belajar. Cara belajar yang umum dari mereka adalah bekerja untuk orang yang usahanya serupa. Setelah yakin telah menguasai cukup informasi danketerampilan mereka akan berusaha sendiri.

Ketiga, melakukan perencanaan. Perencanaan yang paling umum dilakukan oleh orang Tionghoa adalah melihat dari segi untung-ruginya suatu usaha. Dalam bahasa akademis, mereka mempertimbangkan visibility usaha yang akan mereka jalankan. Berapa banyak ongkos yang akan dikeluarkan, bagaimana cara mendapatkan bahan baku/material, bagaimana mempersiapakan produk mereka, siapa yang akan beli, akan dijual dimana, kapan kembali modal, dan berapa keuntungannya merupakan faktor utama yang mereka pertimbangkan.

Perencanaan mereka juga sangat memperhatikan efektifitas (tujuan tercapai) dan efisiensi (tepat cara, tanpa banyak mengorbankan waktu dan tenaga) usaha yang mereka geluti.

Keempat, membina relasi. Walaupun orang Tionghoa sangat kompetitif, tetapi mereka selalu sadar bahwa membina relasi adalah salah satu kunci keberhasil usaha mereka. Untuk membina hubungan baik mereka tidak ragu untuk mengeluarkan pengorbanan tertentu, seperti pemberian hadiah, mengundang makan dan melakukan entertain terhadap relasi mereka.

Siapa saja yang bisa membantu melancarkan dan mengembangkan usaha adalah relasi mereka. Dengan pembinaan relasi yang baik, akan terbuka kerja sama yang saling menguntungkan.

Kelima, kemampuan administratif dan inventory control. Agaknya banyak orang
lupa akan hal yang satu ini. Orang Tionghoa sangat sadar akan pentingnya kemampuan dalam beradministrasi dan melakukan mengontrolan inventory. Mereka sangat memperhatikan secara terperinci setiap kegiatan usaha mereka dan merekamnya dalam catatan. Karena itu mereka tahu betul bagaimana neraca keuagan mereka dan persediaan inventory mereka.

Sebagai contoh, jika kita hendak belanja sesuatu di toko orang Tionghoa sangatlah jarang bahwa mereka sampai kehabisan persediaan.

Keenam, kemampuan pemasaran. Kemampuan pemasaran orang Tionghoa umumnya ditunjang oleh kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan dan kemauan pelanggan dan kemampuan menentukan harga jual dari suatu produk secara tepat. Dari proses ini, maka terjadilah penyebaran iklan gratis dari mulut kemulut.

Untuk pengusaha yang cukup besar, mereka melakukan positioning secara professional dengan mensponsori kegiatan tertantu dan pemasangan pengiklanan melalui media cetak dan media digital.

Ketujuah, mendelegasikan. Orang Tionghoa sadar betul bahwa untuk mengembangkan suatu usaha agar menjadi besar, mereka harus bisa mendelegasikan pekerjaannya. Syarat utama pendeligasian adalah bahwa orang atau karyawan mereka harus bisa dipercaya. Karena itu, mereka cenderung mencari orang yang sudah dikenal lama dan terbukti bisa dipercaya. Bagi mereka keahlian berusaha bisa diajarkan, tetapi kebercayaan tergantung dari masing-masing kepribadian.

Karena sistem kepercayaan ini jugalah maka, mereka tidak segan-segan meminta anak mereka yang masih kecil untuk membantu usaha mereka. Di lain pihak, anak mereka yang sudah terbiasa terekspos dengan usaha orang tuanya, membuat sang anak tumbuh dengan naluri usaha yang mendarah daging.

Kedelapan, mendiversifikasi. Pengusaha Tionghoa tidak mudah merasa puas dan
cukup atas usaha mereka. Mereka selalu berusaha untuk memperluas usahanya.
Salah satu caranya adalah dengan melakukan deversifikasi produk.

Mereka cenderung mempunyai keinginan untuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan pelanggannya. Mereka ingin agar pelanggannya hanya datang ke mereka. Untuk itu, mewujudkan keinginan ini, cara yang paling tepat adalah berani melakukan deversifikasi produk.

Kesembilan, mengolah keuangan. Tidak ada istilah "uang mati" dalam kamus berdagang ala orang Tionghoa. Mereka selalu mempekerjakan uang tersebut supaya bisa berlipat ganda. Cara yang paling umum dilakukan adalah menanamkan modal kembali ke usaha mereka. Hal ini bisa dilakukan untuk memdirikan usaha baru atau untuk membesarkan usaha yang telah ada.

Mental untuk melipatgandakan uang memang sudah tertanam dari kecil di lingkungan keluarga mereka. Contohnya, jika mereka menerima pemasukan Rp.100, maka mereka akan menyimpan paling tidak Rp. 25 dan sisanya ditanamkan kembali keusaha mereka dan untuk kebutuhan hidup mereka.

MD: Bolehkah anda menceritakan contoh bagaimana Bapak menerapkan prinsip tersebut dalam bisnis Bapak?

BB: Contoh prinsip yang sering saya terapkan adalah perencanaan yang baikdan kerja keras. Prinsip perencanaan yang baik adalah untuk mencapai keefektifan dan keefisiensian dalam proses kerja. Prinsip kerja keras adalah bagaiman memotivasi saya sendiri dan karyawan saya untuk tidak cepat putus ada.

Ketika saya masih remaja dan tinggal dengan orang tua, salah satu bisnis mereka adalah garmen atau perusahaan pembuat pakaian jadi. Pada masa tertentu, seperti bulan Ramadan, permintaan (demand) meningkat sedangkan output produksi menurun karena banyak kaeyawan yang berpuasa. Walaupun demikian, ayah saya tidak pernah menyerah dengan keadaan ini. Ia menyusun perencanaan yang matang dengan memilah proses produksi tertentu yang tidak cepat melelahkan ditugaskan pada karyawan yang berpuasa. Kami yang tidak berpuasa diminta untuk lembur dengan diberi imbalan yang lebih banyak.

Dalam kondisi seperti ini, ayah saya sering memotivasi dengan berkata, "Ayo, kita bisa memindahkan gunung ." Pengalaman seperti sering saya terapkan dalam usaha saya sekarang ini.

MD: Bagaimana cara orang tua anda menanamkan nilai-nilai/prinsip-prinsip tersebut kepada anda atau anak-anaknya?

BB: Agaknya jawaban dari pertanyaan ini adalah inti kesuksesan dari bisnis keluarga orang Tionghoa, yaitu warisan nilai-nilai atau prinsip-prinsip usaha yang berhasil diturunkan oleh orang tua Tionghoa kepada anak-anaknya. Sebagai contoh, jika kita pergi ke toko-toko orang Tionghoa, sering kali kita dilayani oleh anak mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Tanpa merasa canggung, anak tersebut bisa melayani kita dengan mahirnya. Adalah hal yang wajar jika suatu saat ia tumbuh menjadi orang dewasa, maka ia sudah siap untuk berusaha.

Orang tua Tionghoa tidak pernah segan untuk melibatkan anaknya yang masih kecil dalam usaha mereka. Mereka sudah diberi tanggungjawab yang cukup besar untuk ukuran seorang murid SD. Mereka diajari setiap proses bisnis dari persiapan hingga sampai ke tangan pelanggan dan bagaimana menangani pelanggan setelah transaksi jual beli.

Anak-anak orang Tionghoa juga diajak kerja lembur, bahkan banyak dari mereka yang diajak bekerja sampai pagi tanpa tidur. Dalam proses kerja itu, mereka di dampingi oleh orang tua mereka. Pada kesempatan itu terjadi penurunan nilai-nilai cara berusaha dari orang tua mereka.

Melibatkan anak dari usia dini adalah cara yang paling ampuh dari orang tua mereka untuk membentuk anak mereka menjadi bisnismen tangguh di kemudian hari.

Hal ini searah dengan wejangan Kong Hu Cu, "Saya dengar dan saya lupa. Saya lihat dan saya ingat. Saya kerjakan dan saya ngerti."


Dr. Beni Bevly adalah penulis buku "Aku Orang Cina? Narasi Pemikiran Politik
Plus dari Seorang Tionghoa" dan analist pada Overseas Think Tank for
Indonesia, lingkar studi yang berlokasi di Kalifornia Utara, USA.


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

Macam Metode Pembelian

Ada 3 macam yang umum dipakai untuk pembelian garmen.


1. Konsinyasi

Titip barang ke outlet, kalau barang laku maka oleh retailer dibayar ke suplier



2. Setengah Putus

Pembeli memberikan DP (Down payment) saat deal transaksi. Sisanya dibayaw setelah barang di trima semua.



3. Beli Putus

Cash & Carry. Ada uang, ada barang.



Tiga mode diatas sering digunakan transaksi para pedagang baju. Semoga bermanfaat.

Wassalam,



Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

Apa Layanan Pelanggan Terbaik Itu ?


Layanan terbaik atau excellence service menjadi salah satu hal yang sangat penting. Karena dengan layanan terbaik maka kemungkinan repeat order akan semakin besar. Jika layanan baik, maka potensi getok tularnya 1 orang ke 3 orang. Namun jika layanan buruk, efeknya 1 orang akan getok tular ke 7 orang. Jadi layanan unggul menjadi salah satu bentuk keunggulan usaha yang mampu menciptakan repeat buying dan loyalitas yang tinggi.

Ada 4 layanan dasar yang harus dipenuhi :

1. FAST SERVICE
Bagaimana kita mampu memberikan jaminan layanan dapat diproses dengan cepat. Semakin cepat respon kita, pelanggan akan semakin puas.

2. BETTER QUALITY
Produk yang berkualitas dan zero defect amatlah penting. Sampaikan jika barang kurang bagus atau cacat. jangan disamarkan. Kejujuran akan membawa hubungan yang langgeng dengan mitra

3. LOWER COST
Masyarakat Indonesia sangat sensitif harga. Beri harga yang rasional. harga yang tidak menipu. Jika kita mengambil untung terlalu banyak, menjualnya sulit dan pelanggan tak akan balik lagi. Kecuali barang branded kualitas super.

4. SAFETY
Berilah pelanggan rasa aman dengan jaminan dan lainnya. Pelanggan seringkali takut terkena penipuan, sehingga sering was-was bertransaksi, apalagi dalam dunia maya. Jangan sekali-kali menipu dan mengecewakan pelanggan.

Demikian, semoga bermanfaat.
Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

Tips Memulai Bisnis Baju Muslim


Catatan ini ada dalam buku kumal saya. Saya kumpulkan dari sebuah tabloid usaha, semoga jimat ini bermanfaat bagi usahawan baju muslim.

1. Pilih model yang paling trend
2. Mulailah dari kecil dulu
3. Buatlah counter secukupnya
4. Pasarkan di forum arisan & pengajian
5. Target menengah atas perlu merk
6. Target menengah bawah perlu harga murah
7. Semakin tinggi harga, semakin kecil margin
8. Pilih segmen harus jelas
9. Perhatikan, model, design & sistem marketing
10. Creatif marketing

Mohon maaf, acak. tapi cukup membantu bagi para pemula.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

Catatan Tentang Fakta Bisnis

















Catatan ini saya peroleh saat pertemuan TDA Bandung. Sudah cukup lama memang, namun dibuang sayang, karena ibarat rumus baku dalam bisnis.

1. Tetaplah istiqomah walaupun kondisi sulit

2. Bisnis biasanya dimulai dari hal yang simpel

3. Kalau bisnis sudah jalan, akan muncul peluang2 lainnya

4. Mengkomunikasikan bisnis sangat penting

5. Perlu stamina stabil untuk menghadapi naik dan turun

6. Lakukan bisnis dengan percepatan

7. Hal biasa untung banyak dan rugi banyak

Demikian yang saya catat, sebagai fakta2 itu telah saya temukan dalam perjalanan.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

Strategi Low Budget High Impact

Low Budget, High Impact.

Biaya kecil, Hasil Melimpah.


Demikian jargon marketing yang saat ini trend. Dulu, agar produk dikenal, berjuta-juta duit digelontorkan melalui iklan, di TV, radio atau baliho besar dipinggir jalan. Itu dilakukan secara besar-besaran dan terus menerus.


Namun, seiring dengan semakin banyaknya media, maka strategi itu menjadi tak begitu ampuh lagi. Contoh, berapa banyak stasiun TV yang ada sekarang. Dulu ketika sedikit, kita masih setia nonton ilklan, sekarang kalau ada iklan malah pindah chanel. Belum lagi dalam satu hari, berapa iklan yang menjejali ingatan kita, baik dari mata maupun telinga. Disamping itu, begitu banyaknya produk yang diiklankan sehingga kita tidak ingat lagi apa yang dipesankan iklan ke otak kita.


Ketika otak semakin dijejali, maka semakin lembam otak kita untuk mengingat. Bahkan sekarang, malas mengingat iklan sehingga saat kita membutuhkan sesuatu kita sering mencari referensi ke kawan terdekat kita. Jadi, Words of Mouth menjadi strategi marketing yang sangat berguna saat ini.


Selain itu, jika ada kesulitan, karena sudah banyak akses ke internet, tinggal tanya kepada mbah Google aja selesai.


Melihat fenomena tersebut, saya juga belajar bagaimana memasarkan produk dengan biaya marketing serendah mungkin. Harapannya dengan biaya rendah tersebut maka ongkos operasi juga rendah. Ketika ongkos operasi rendah kita dapat menjual produk ke pasar dengan harga bersaing.


Kunci dari marketing low budget ini ada pada kreatifitas dan jaringan. Maka, saya memaksimalkan online marketing selain membangun jaringan. Dengan melakukan serangkaian aktifitas kreatif, Alhamdulillah usaha yang saya kelola terus tumbuh dalam 2 tahun ini.


Sekali lagi, saat ini eranya Otak Kanan yang bermain. Dengan kreatifitas yang bagus, bukan tidak mungkin usaha yang saat ini seperti gurem, suatu saat akan seperti gajah. Amin.


Wassalam,




Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

Intisari Bisnis Adalah Pemasaran

"Intisari Bisnis adalah Pemasaran"

Tidak akan banyak artinya produk yang berkualitas jika tidak dapat dipasarkan atau dibutuhkan pelanggan.

Wassalam,


Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================

Tips Mengembangkan Usaha

Ada banyak tips mengembangkan usaha, tips favorit saya dan tentu godaannya sangat berat adalah :

"Jika usaha Anda ingin tumbuh, peliharalah Cash Flow, jangan terpancing untuk membeli aset atau apapun yang tidak menunjang bisnis, terus kembangkan bisnis inti Anda dengan perputaran modal, jangan sampai kehilangan fokus".

Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================